Randomly Random

Hollaaaa!

Kayaknya udah agak lama ya saya gak nulis di blog. Terakhir ngeblog cuma review produk sulwhasoo yang magis itu dan cerita-cerita sedikit soal Penang. Oh well, namanya juga blogger-bloggeran, gak bisa setiap hari rutin nulis di blog (padahal mah males :P).

Di penghujung 2015 ini, banyak “kejadian” yang kurang menyenangkan. Tapi namanya juga hidup, berputar kayak roda kan. Klise sih, tapi bener. Buat saya, hidup tuh akhir-akhir ini kayak buku cerita. Kita gak akan pernah tau isi halaman berikutnya. Sedih, senang, so-so? Gak ada yang tau, kadang dikasih clue sama creator, kadang juga enggak. Kalau kata alkitab sih, “manusia berencana, Tuhan juga yang menentukan.” Seperti ituuu. (lho jadi religius gini hahahaha)

Anyway, taun 2015 kan udah mau kelar ya. Gak nyampe hitungan 30 hari pula. Kalau liat ke belakang, suka gak nyangka akhirnya bisa hampir menyelesaikan 2015 yang penuh dengan lika liku (lebay deh..). Buat saya setiap tahun ada masa beratnya, ada masa enggaknya. Kalo diliat-liat 2014 deramahnya lebih ke konteks professional, kalau 2015 lebih ke personal. Tapi mungkin karena (mungkin yaaaaa) saya sekarang agak lebih dewasa (yaaa secara umur makin tua juga kan), cara saya melihat sebuah masalah dan menghandle masalah juga jadi beda. Belum lagi setelah menikah, banyak masukan dari pasangan yang membuat saya jadi less-baper. Hahahahaha.

Kalau ada yang nanya, apa itu baper? Googling aja ya hahahaha! Ntar saya dikira alay lagi gara-gara pake istilah “baper” :P. Tapi seriusan, kalau biasa baper terus tau-tau enggak, itu berasa “cold-hearted“. Padahal aslinya dalam hati tuh kayak “grmblll grmblll” gitu (susah dijelaskan dengan kata-kata hahahaha).

Kalau ada masalah, biasanya saya pikirin banget. Misalnya nih, ada temen yang ngasih tau: “Eh si A ngomongin lo gini gini gini.” Langsung kepikiran deh. Kalau konteksnya kayak gitu, dan tau itu sebenernya gak bener-bener amat, (means, lo ada alasan kenapa lo menjadi seperti yang diomongin si A, atau bahkan yang diomongin A tentang lo itu gak bener sama sekali) ada gak keinginan buat ngasih tau A cerita yang sebenernya? Nah kalau saya, ada! hahahahaha! Gak penting kan. Emangnya si A siapa sampe saya kayaknya perlu klarifikasi? Padahal si A ini bisa aja denger gossip dari orang yang memang pada dasarnya gak suka sama kita secara personal. Shit happens. That’s life toh.

Makanya meme-meme kayak “your opinion doesn’t pay my bills” tuh bener banget. Karena mau lau-lau di luar sana ngomong apa aja, cicilan tetep harus dibayar tiap bulan. Oh dan ini viceΒ versa juga. Kalau saya komenin Kylie Jenner yang ngerebut pacar orang, atau soal bibirnya yang offside misalnya. Atau komenin orang-orang yang lebay pamer harta di sosmed. Hey, because they can!Β And your opinion doesn’t matter too! Hahahahaha.

Well, on a serious note, I hope everything’d be better on 2016. Kayaknya 2016 saya gak akan punya resolusi yang muluk-muluk seperti tahun-tahun sebelumnya. Sepertinya bukan resolusi atau grand plan yang saya butuhkan, tapi bagaimana bisa menjalani hidup setiap harinya dengan baik, dan gak lupa berdoa + bersyukur setiap harinya. πŸ™‚

 

The W Day :)

Captured by Asrul

Captured by Asrul

Finally we tie the knot!

Terima kasih untuk semua keluarga, sahabat, dan teman-teman yang sudah bersedia datang jauh ke Bali untuk ikut merayakan kebahagiaan kami. We’re really appreciate it πŸ™‚

Terima kasih untuk the best “Bridesmaids and Bestmen” team ever! You give 100% energy to help us! Thank you, thank you, and thank you! You’ve been there to solve our “problem” and “drama“. Laff!

the bestmen and bridesmaids team!

the bestmen and bridesmaids team!

 

And also thank you for all vendors! From the designer, make up artist, photography, videography, venue, flower, hotel, and transport!Β Thank you all for making our wedding day so perfect and enjoyable for everyone!

So this is it.

This is the beginning of our new family. πŸ™‚

The Vow :)

The Vow πŸ™‚

Captured by Alle! thank you :)

Captured by Alle! thank you πŸ™‚

 

Wedding Dress by: Hendy Wijaya

Suit by : Vertus Tailor

Make Up by: Chai Ilona

Wedding Flower by: Kintan Florist

Photographer and Videographer by: Gusde Photography

Wedding Venue : Ma Joly Lounge and Resto

 

Goodbye 2014, Hello 2015!

Unknown

Goodbye 2014!

Harus saya akui, 2014 itu benar-benar tahun kuda alias tahunnya kerja keras. Kerja keras dalam hal ini tidak hanya seputar dunia pekerjaan, tapi juga untuk semua aspek kehidupan saya.

2014 itu tahunnya saya “belajar” lagi. Dengan segala ups and downs, 2014 saya diisi dengan banyak pengalaman baru, banyak teman baru, sempet liburan juga, banyak nangis (emang deramah banget anaknya), banyak ketawa juga. It was a colourful year for me.

Banyak hal yang mengecewakan di awal tahun, tapi Tuhan gantikan dengan yang lebih baik di pertengahan tahun dan akhir tahun. Dan dari semua hal yang saya lewati selama 2014, saya belajar kalau kunci semuanya itu doa. Saya bukan orang yang religius sebenernya, tapi di 2014 ini saya belajar menyerahkan semua rencana saya sama Yang Di Atas dan ternyata rencana saya itu ga sesuai dengan rencana Tuhan. Saya berusaha banget supaya rencana saya bisa tercapai di awal tahun 2014, eh ternyata meleset. Dan akhirnya saya nyerah. Eh abis itu Tuhan kasih berkat yang lebih dari cukup sampai hari ini. Thank God.

Di 2014 juga saya jauh lebih fokus dengan segala kegiatan yang saya lakukan. Salah satunya rencana hidup sehat! Saya berhenti makan nasi putih for good, minum cold pressed juice setiap hari, minum honeylemonshot setiap pagi, dan rutin pilates. Saya juga mengganti skin care dan menambah peralatan dendong (dan saya suka dengan hasilnya :D), plus rutin ketemu sahabat-sahabat terdekat saya (yang jumlahnya ga nyampe 10 orang itu, but I can count on them), dan tentunya di 2014 ini saya mempersiapkan pernikahan saya dengan lebih serius.

Kalau ditanya orang, apa resolusi di 2015? Saya bilang, saya akan melanjutkan apa yang sudah saya lakukan di 2014. Because I’m quite happy with that. Ada sih rencana seperti pengen beli rumah karena saya akan segera berkeluarga, atau mungkin nanti pengen liburan agak jauh sama suami sekalian nengok adik saya yang sekolah di negeri biri-biri. Yah rejeki udah ada yang ngatur, kalau dikasih Tuhan bersyukur, kalau engga masih bisa tahun depan lagi. πŸ˜‰

So in the end, thank you 2014. Thank you for everything.

And 2015, hello! I hope we can get along together. πŸ˜‰

Selamat Tahun Baru untuk semuanya!

Gambar diambil dari sini:Β http://www.downloadfreepictures.com

((( SUKSES )))

ImageSebelum meneruskan #JapanTrip di Osaka, saya pengen berbagi cerita sedikit tentang apa yang saya alami kemarin. Jadi ceritanya kemarin saya ketemu dengan teman-teman kuliah, cuma sama Patrick dan Ira sih. Well, saya tidak termasuk di dalam golongan anak populer dan gahwul pas jaman kuliah, jadi ya temennya memang 4L (lo lagi lo lagi) :D.

Layaknya sebuah pertemuan dengan kawan lama, banyak cerita mengalir dari kami bertiga. Tidak hanya tentang kehidupan kami pribadi, tapi juga tentang teman-teman yang lain. Mulai dari yang masih single, akan menikah, sudah menikah, sudah punya anak, dan tentunya mengenai pekerjaan. Obrolan kami dimulai dari jam makan siang, coffee time, sampai sore menjelang malam. Benar-benar seperti melepas rindu deh :).

Pada beberapa topik, kami sempat membahas mengenai kesuksesan. 10 tahun yang lalu, kami bertiga adalah anak-anak remaja yang baru menimba ilmu di sebuah kampus di Bandung, dan saat ini rasanya begitu berbeda, entah karena sudah berumur (( BERUMUR )) atau memang, well, people changed.

Sebenarnya tolak ukur sukses itu apa sih? Apakah dinilai dari berapa banyak barang bermerk yang bisa kita beli? (Well, beli barang branded sekarang bisa ngutang via CC sih). Atau, dinilai dari tingginya posisi/jabatan? Masih staff, officer, sudah jadi manager, atau bahkan sudah jadi director? Atau, dinilai dari seberapa sering kamu jalan-jalan alias traveling? (ini juga bisa ngutang via CC kok :P). Atau bahkan dinilai dari tingkat pendidikan? (S2, S3, STeler, STehManis #krik :P)

Menurut Ira, sebenarnya tidak ada indikator atau tolak ukur kesuksesan yang valid, kecuali ya untuk orang-orang kayak Bill Gates atau Warren Buffett :)). Karena ukuran sukses itu diri kita sendiri yang menentukan. Misalnya nih: dengan mencoba melakukan investasi di bidang reksa dana/properti, kita merasa sudah cukup sukses. At least, sukses dalam artian punya tabungan/simpanan jangka panjang. Atau gini, kita merasa sukses kalau salary sudah mencapai angka tertentu dan akhirnya mampu membeli barang tertentu yang punya nilai jual. Tapi, kita juga bisa merasa sukses kalau kita mampu menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga tercinta.

Pada akhirnya,Β indikator kesuksesan itu memang harus berdasarkan standar yang kita buat sendiri. Namanya manusia, kadang ga pernah puas. Kadang terlalu liat ke atas juga, padahal banyak hal-hal kecil yang tanpa sadar kita sering lupakan, dan mungkin, kurang bersyukur dengan apa yang sudah kita achieve saat ini πŸ™‚

Jadi, apa indikator kesuksesanmu?

18 Simple Things in Life

Abis liat link ini di sebuah social network, dan rasanya pengen ditaro di blog untuk self-reminder. πŸ™‚

1. Sometimes, slowing down is good and necessary.

2. Looking around is important.

3. Feeling the moment is what it is all about.

4. Accepting things you can’t change is like finding an open window when you lose your key to your front door.

5. Though it will be tougher to go through a window, it’s more fulfilling and a lot of fun.

6. Talking to someone about something makes you realize how much you care about that something.

7. Not all important things are that big and not everything that’s big is important.

8. In order to move forward, one should also take two steps back and look at the bigger picture ahead.

9. Reconnecting with old friends is as necessary as gaining new ones.

10. There will be times when the smallest detail will be the only thing that will make something stand out from the rest.

11. Respect is the universal language.

12. Rules are meant to be followed as well as your heart.

13. You are the only person who can decide on whether others can hurt you so be careful in accusing someone else for your broken heart.

14. Saying β€˜yes’ more works like magic.

15. Acknowledge the fact that you can still feel something towards others because it means that you are capable of doing so.

16. Deciding on being a heartless bitch is tough with all the love that surrounds you.

17. Some feelings are to be acted upon and some are okay to be left unnoticed until you forget about it especially if it seems destructive.

18. Dreams are what keeps us going so everyone is encouraged to live it.

Image

source:Β http://thoughtcatalog.com/zak-ortiz/2014/01/18-simple-things-20-somethings-should-remember/