Eat & Eat : Shabu Ghin Jakarta

Sudah hampir 2 tahun saya berkantor di daerah Wolter Monginsidi. Dan selama periode itu, saya melihat perkembangan restoran, cafe, dan tempat di area Wolter, Gunawarman, dan Senopati. Tentunya, seiring perkembangan tersebut ada yang bertahan dan ada yang tidak. Dan sebagai customer, saya sih seneng-seneng aja dengan berbagai pilihan yang ada. ๐Ÿ˜€

Salah satu restoran yang baru buka dan lokasinya selemparan batu dari kantor saya adalah Shabu Ghin. Dari namanya aja udah ketauan kalau Shabu Ghin adalah restoran khusus shabu-shabu kan? *basa basi banget* :D. Di Shabu Ghin ada 3 jenis daging yang bisa kita pilih untuk All You Can Eat:

choose your fav!

Menu @ Shabu Ghin Jakarta

Menu @ Shabu Ghin Jakarta

Tentunya selain bisa memilih daging, kita juga bisa pilih soup (kuah) sesuai dengan selera. Kalau favorit saya sih si original konbu, soalnya lidah saya gak tahan sama rasa pedas; dan si original konbu ini perpaduan kuah seafood dan soy. Tapi kalau suka pedas, ada pilihan spicy seafood yang pedes banget!

Salah satu yang bikin saya happy makan di Shabu Ghin adalah karena kita bebas memilih soup yang sesuai dengan selera kita; karena di tiap meja disediakan alat shabu-shabu sendiri. Jadi ga perlu tuh gabung sama orang lain. ๐Ÿ˜€

 

Untuk 3 jenis pilihan daging yang tersedia di Shabu Ghin, favorit saya tentunya wagyu beef! Walaupun harganya cukup mahal, dagingnya enak banget! Tapi premium beef dan special beef-nya juga gak kalah enak kok. Khusus untuk daging-dagingan ini, Shabu Ghin memang memilih daging sapi denganย kualitas premium.

special beef @shabu ghin

special beef @shabu ghin

IMG_20151010_115826

wagyu beef @ shabu ghin

IMG_20151010_115859

premium beef @ shabu ghin

Seperti restoran shabu-shabu pada umumnya, ada banyak pilihan di all-you-can-eat section. Here’s the sneak peek:

Shabu Ghin-4Shabu Ghin-33

Shabu Ghin-30

Selain wagyu beef, favorit saya lainnya adalah sauce! Yup, Shabu Ghin menyediakan berbagai sauce yang bisa kita pilih sebagai “teman” shabu-shabu. Uniknya beberapa sauceย tersebut gak ada lho di tempat lain. Jadi kalau makan di shabu ghin, jangan lupa untuk nyoba sauce-saucenya yaaa. ๐Ÿ˜€

IMG_20151010_115329

Overall, Shabu Ghin ini memang pas untuk lidahย penggemar shabu-shabu dan premium beef. Yang bikin happy sih selain makanannya memang enak, pilihannya banyak, tempatnya gede, bisa buat meeting atau arisan (ealah ibu-ibu banget! :P), dan toiletnya bersih! Buat saya, tempat makan yang toiletnya bersih itu layak mendapatkan nilai plus! ^^

Dan berhubung masih soft opening, ada diskon lho di Shabu Ghin! So, what are you waiting for? Yuk cuss ke Shabu Ghin! Mumpung baru gajian juga kan.. ๐Ÿ˜‰

 

For reservation:

Shabu Ghin
Jl. Wolter Monginsidi No. 53 (sebelah Bubur Kwangtung Wolter)
Senopati, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
021-720 2336/1827

 

Advertisements

Eat & Eat : #VisitPIK dan Sekitarnya

Beberapa tahun belakangan, PIK alias Pantai Indah Kapuk jadi trendsetter tempat makan baru, terutama di kawasan ย Bukit Golf Mediterania. Kenapa? Karena di sana bertebaran berbagai tempat makan yang kece, unik, dan wajib dikunjungi.

Saya sendiri baru 2x #VisitPIK. Tentunya dua kali ga cukup dong menjelajah semua tempat makan yang ada di sana, karena restoran dan cafe di PIK bener-bener dari ujung ke ujung! Ga percaya? Buruan #VisitPIK makanya ๐Ÿ˜›

By the way, waktu pertama #VisitPIK, saya dan teman-teman sengaja banget pengen keliling dari Muara Karang – PIK – Pantai Mutiara. Tentunya selain terkagum-kagum sama banyaknya tempat makan di daerah sana, kami anak-anak selatan ini kagum banget sama rumah-rumah segede gambreng. Omgggg, apalah daku iniii.. printilan debuuuu. Kasta langsung turun drastis! ๐Ÿ˜€

Tujuan pertama di Muara Karang adalah makan Bakso Akiauw! Mienya enak, ga bikin perut begah. Basonya biasa aja sih, tapi kuahnya endes. Plus ada daging sapi uratnya yg banyak dan enak banget! Lembut, ga pake effort deh ngunyahnya. Harga semangkuknya kalau ga salah sekitar 40 rb, agak mahal sih. Tapi worth to try!

mie bakso akiauw

Abis makan bakso, tentunya perlu makan dessert dong. Nah di kawasan ruko-ruko Bukit Golf Mediterania ini ada berbagai pilihan cafe khusus dessert yang bisa kita kunjungi. Berhubung sumoboo udah ada di Kokas, maka saya dan teman-teman memilih Shirokuma. Di sini ada berbagai menu pilihan dessert dengan matcha ice cream sebagai bahan utama.

shirokuma, PIKKisaran harga untuk dessert di Shirokuma ga terlalu mahal kok, sekitar IDR 30K. Lebih enak kalau #VisitPIK-nya bareng temen atau keluarga besar sekalian, jadi bisa cafe hopping dan ga gampang kenyang. ๐Ÿ˜€

Apalah arti jalan-jalan kalau ga beli cemilan.. #VisitPIK kloter pertama berenti di satu toko roti, Provence. Buat “penggila roti” kayak saya, tempat kayak gini bikin kalap. Semuaaaa pengen dicoba. Harganya juga lumayan terjangkau, 11-12 sama harga roti di Chef Bakery. Cabangnya juga banyak, bisa diintip di sini.

Provence PIK

#VisitPIK for the 2nd time! Nah yang ini ga direncanain, karena awalnya cuma mau berkunjung ke acara housewarming temennya suami yang terletak di daerah Kapuk Kamal. Ternyata Kapuk Kamal deket sama PIK *yaiyalah sama-sama di Kapuk* :D.

Kebetulan semua pengen makan ramen, ya udah kita makan di tempat makan ramen yang pasti-pasti aja alias udah ketauan enak, yaitu di Hakata Ikkousha. Berhubung takut kolestrol naik (-___-“), saya pesenย chicken ramen. Dan ternyata chicken ramen-nya enak lho. Kaldunya pas, msg juga ga bikin eneg. Serba pas deh. Harga juga oke, cuma IDR 55K! Recommended! (btw saya harus update postingan ramen nih jadinya :P).Hakata Ikkousha, PIK

As usual, abis makan nyari dessert because.. “I always have a free room for the dessert” kan :D. Sempet pengen ke Cake A Boo, tapi yamasa abis makan mie, terus makan cake.. ntar menggebung kayak Bay Max dong :(. Jadi kami memutuskan untuk ke North Pole Cafe, makan ice cream *padahal kalori cake sama ice cream sama aja ya hahahaha*!

North Pole menyediakan gelato dalam berbagai rasa, mulai dari rasa-rasa yang “normal” kayak vanilla, strawberry, dll sampai rasa yang “unik” kayak beer atau baileys. Selain itu, kita juga bisa pilih cone dengan pinggiran kayak fruit loops atau oreo. Waktu ke sana, saya order hazelnut crunch dan baileys dengan cone choco something *lupa nama conenya ๐Ÿ˜ฆ *

north pole cafe, PIKUntuk harga, North Pole hampir sama dengan Shirokuma sekitar 30ribuan. Untuk cone yang udah dicustom kayak gini, IDR 15K, sedangkan harga gelato tergantung flavornya.

Kira-kira tempat makan apalagi ya yang wajib dikunjungi untuk #visitPIK ketiga kalinya? ๐Ÿ˜€

 

 

 

Hello Japan! (Part I)

Sebelum #JapanTrip keburu basi, mari kita blogkan! :P. Sebenernya pas kemarin ke Jepang beberapa teman juga berkunjung ke sana, jadi silakan intip juga ya blogpostnya Didut atau tumblr-nya mbak Lia untuk mendapatkan referensi lebih banyak tentang tempat-tempat yang oke untuk dikunjungi selama di Jepang ๐Ÿ˜€

Saya dan rombongan keluarga besar sampai ke Jepang tanggal 28 Maret, perbedaan waktu 2 jam ga terlalu ngaruh sih, cuma perbedaan cuaca yang agak ekstrim. Walaupun di Jepang sudah masuk spring, tapi cuaca masih sekitar 7-10 derajat.. brrr. Sesampainya di bandara, jangan lupa tuker tiket JR Pass. JR Pass berguna banget untuk naik JR (kereta penghubung stasiun di dalam kota) dan shinkansen (untuk luar kota). JR pass bisa kita beli di JAL, atau via online (untuk online, silakan tanya Didut :D)

Setelah dapet JR Pass, saatnya ke hotel! Perjalanan ke hotel di Akasaka, memakan waktu sekitar hampir 2 jam via bus dari bandara Narita. Saya sarankan, kalau mau trip ke Jepang, book hotel di daerah Shinjuku karena deket ke mana-mana. Sayangnya kalau lagi high season kayak kemarin, penuh banget, jadi dapetnya di Akasaka deh. Saya dan keluarga menginap di Hotel Asia Center of Japan, recommended untuk budget hotel karena deket ke mana-mana. Akasaka ini daerah Ginza (daerah perkantoran), jadi banyak makanan dan family mart (penting banget) ๐Ÿ˜€

Berhubung di Jepang peraturan untuk jam makan siang agak ketat, dan saya baru bisa lunch sekitar jam 3an, maka PR selanjutnya adalah cari tempat makan yang buka di jam-jam segitu. Rada susah ternyata, karena rata-rata jam 11-2 siang buka, kemudian buka lagi jam 5-6 sore. Setelah nyasar (pastinya harus nyasar dulu ya), akhirnya ketemu tempat makan yang buka 24 jam. Tapi makanannya kudu kita beli via mesin, remponglah orang-orang Indonesia ini kan :D. Mesinnya ga ada subtitle bahasa inggris, pegawainya juga ga bisa bahasa inggris.. akhirnya cap cip cup kembang kuncup deh! Voilaaaa, jadinya makan nasi chicken katsu dengan soba dan ocha gratis. lumayan ๐Ÿ˜€

Image

@justcecile

Berhubung sudah sore, agenda trip hanya jalan-jalan ke Shinjuku dan Shibuya. Untuk menuju Shinjuku, perlu ke stasiun terdekat yaitu di Aoyama Twin. Orang Jepang bilang itu deket, orang Indonesia yang ga suka jalan kaki kayak saya bilang itu jauh banget. Kaki gempor abis hahahahaha. Berhubung JR pass kami baru berlaku untuk keesokan harinya, maka hari itu kami diharuskan beli tiket, untungnya ada subtitle bahasa inggris di mesin pembelian tiket ๐Ÿ˜€

Sampai di shinjuku, saya pusing. asli deh tuh orang Jepang kayaknya kumpul semua di situ. Banyak mall, banyak toko, banyak orang, dan banyak tempat makan tentunya. Di shinjuku banyak toko-toko kecil yang menjual kosmetik dari berbagai merk Jepang dengan harga yang lebih murah dari di Indonesia, kecuali SK II. Di Jepang, SK II masih mahal aja gitu (-__-“). Tapi jangan sedih, harga-harga kosmetik dan skin care untuk shisedo, kanebo, dan sodara-sodaranya lumayan terjangkau kok :D.

Kalau rombongan ibu-ibu demennya shopping, rombongan anak-anak doyannya makan. Yup! sepanjang jalan menuju Shibuya, banyak banget kedai makan ramen babi, mulai dari yang otentik sampai yang modern . Gambar-gambarnya aja udah menggoda selera banget deh! lupakan diet, pemirsa! Berhubung sepupu saya yang jadi tour guide sudah beberapa kali ke sini, dia merekomendasikan satu tempat makan ramen yang menurutnya sih paling enak. Ga nanggung-nanggung, saya langsung pesen tonkotsu ramen dong (kuahnya babi banget alias enak banget, dagingnya banyak banget ga kayak di jakarta yang cuma dikasih 3-4 slice). Ramen ini ga pake mecin sama sekali, gurihnya murni dari kuahnya, karena abis makan ini saya ga pusing, ga kayak abis makan ramen yang kebanyakan mecin ๐Ÿ˜€

Image

@justcecile

Sampai di Shibuya! sejujurnya Shibuya ini ga beda jauh sama Shinjuku, isinya mall dan toko-toko yang menjual pernak pernik lucu. Tapi Shibuya itu banyak banget anak mudanya, mulai dari abg berseragam Sailor Moon sampai ke eksmud-eksmud yang pulang kantor, ngebir-ngebir lucu, dengan muka serupa Takuya Kimura. Di sini buat cuci mata aja sih sebenernya, dan bagi emak-emak tentunya belanja lagi (-__-“)

Hari kedua: Tokyo Disneysea

Sementara para orang tua menuju ke Gunung Fuji, saya dan adik-adik sepupu main ke Tokyo Disneysea. Dari shinjuku station, saya menuju ke takasihmaya mall dan ketemulah sama bus station yang akan mengantar kita semua ke Disneysea. oh ya, jangan lupa beli tiket busnya dulu ya, soalnya JR pass ga berlaku. Perjalanan menuju Disneysea sekitar 40 menit, kalau ga macet. Karena pas pulang, saya kena macet dan sejam lebih baru sampai lagi di Shinjuku.

Berhubung itu hari Sabtu, Disneysea penuh banget dan isinya mayoritas adalah orang Jepang sendiri (-__-“), kirain banyakan turisnya hehehehe. Management Disneysea pinter deh, toko souvenir diletakkan di depan dong. Alhasil kita semua kalap belanja pernak pernik disney yang lucu dan unyu-unyu kayak topi Minnie ini misalnya:

Image

@justcecile

Di Disneysea, semua tema punya toko souvenirnya sendiri, disesuaikan sama tema. males liatnya kan? apalagi kalau persediaan uang jajan sudah menipis hahahaha. duh gawat banget emang si Disneysea ini :|. Ada game seru apa aja di Disneysea? banyak! tapi saya cuma sempet mainin 1 doang huhu. Karena antriannya yang yassalam panjang banget! 1 game yang saya bisa ikutan juga karena sebelumnya udah ambil Fast Pass. Apa itu Fast Pass? tiket yang kita ambil di jam-jam tertentu, supaya nanti pas game itu dibuka kita ga perlu antri. Akhirnya yaa foto-foto doang selama di Disneysea, sayang ya. Besok-besok kalau ada kesempatan ke Jepang lagi *amin* harus nyoba ke Disneyland-nya ah ๐Ÿ˜€

Untuk pulang dari Disneysea, kita cukup balik lagi ke halte tempat di mana kita didrop sama bus. Berhubung petugasnya ga bisa bahasa inggris, kita dengerin aja pas dia teriak-teriak kayak: “Yokohama!” “Narita!” “Shinjuku!” nah ntar tinggal naik deh bus yang sesuai dengan tujuan :D. Di Jepang banyak yang ga bisa bahasa inggris, jadi kalau takut nyasar di stasiun, cukup foto aja dulu stasiun yang kita mau tuju terus tanya petugasnya, nanti dia akan kasih tau kok nomor line-nya. Jangan takut untuk nanya kalau nyasar ya, saya nyasar mulu tapi ya gitu, nanya mulu juga :P. Mulai dari nanya ke satpam, polisi, sampe abg-abg di tempat makan hahahaha.

Malamnya saya nyoba makan kare Jepang, kalau biasanya makan di sushi tei, kali ini nyoba yang asli.. dan rasanya enak banget! ada ga sih yang lebih tinggi kastanya dari enak banget? gurih banget? maknyoss? ya semacam itulah hehehehe. Sebenernya tempat makan kare ini ada di mana-mana, namanya Coco Ichibanya. Kalau ga sempet ketemu di Tokyo, bisa ketemu lagi di Kyoto atau Osaka, atau kota lain. Bumbunya pas, ga hambar, pedesnya pas (bisa dipilih mau level berapa), nasinya juga bisa milih mau ukuran apa, dan dia punya English Menu! jadi buat teman-teman yang muslim, jangan kuatir, masih bisa makan kare enak kok di sini ๐Ÿ˜€

(chicken katsu dengan saus kare dan potongan daging babi)

Image

@justcecile

Kira-kira segini dulu cerita awal dari perjalanan liburan di Jepang ya, besok saya sambung lagi! Masih ada Harajuku, Kyoto, dan Osaka ๐Ÿ˜€

Ramen Enak Menurut Saya – Update

Sebagai orang cenes (alias chinese), saya terbiasa untuk makan mie dari kecil. Mulai dari mie telor, mie ayam, mie bakso, mie bangka, mie rica, sampe mie instan. Dan kebiasaan yang diturunkan dari papa saya itu terbawa sampai sekarang, terutama setelah saya jadi anak kost. Tau dong nasib anak kost di tanggal tua: makan mie instan FTW. Begitu kehidupan ekonomi di ibukota membaik *jieee membaik*, saya mulai doyan berburu ramen di seputar Jakarta.

Awalnya sih cuma main-main di Jakarta Selatan, tapi ternyata kan sumber dari segala sumber ramen kan adanya di Jakarta Utara yes, nah jadi wajib tuh hukumnya buat berkunjung ke PIK dan sekitarnya.

Pertama kali ketemu ramen dengan rasa yang enak itu waktu diajak ke Marutama. Ceritanya kan dulu cuma terpana sama Ippudo yang di sinciapoh itu, udik ya? :D. Nah pas nyoba marutama itu.. rasanya enak! yah namanya juga pertama kali ya, kesan pertama selalu menggoda. Dan kesan pertama itu juga terjadi pas nyoba Ippudo, Ikkudo, Ikkousha, dll. *labil anaknya, semua dibilang enak* ๐Ÿ˜›

Image

Buat yang ga terlalu suka ramen dengan kuah super gurih, ini bisa jadi dicoba. Kuahnya gal se-tasty kuah ramen Ikkudo, porsinya juga banyak, dan ada di mana-mana (ga kayak beberapa tempat makan ramen yang spesifik cuma ada di Jakbar atau Jakut ๐Ÿ˜ฆ . Untuk harga, ramen Marutama ga semahalย santouka ramen, cukup terjangkauย sekitar IDR 70K.

Lanjut ke Ikkudo Ramen.

Ikkudo yang sekarang udah ganti nama jadi Ikkado karena Ippudo sudah hadir di Indonesia, kabarnya merupakan pecahan dari salah satu tempat makan ramen yang cukup terkenal yaitu Ikkousha. Nah kalau Ikkudo eh Ikkado ini awalnya di Pessangrahan, tapi sekarang buka juga di Grand Indonesia dan di mana-mana.

Image

Image

Lanjut lagi ke Santouka Ramen! Waktu itu kalau ga salah saya order ramen yang ada side dish-nya, dan side dish-nya ini potongan daging babi. Enak? Banget! Di sini kita bisa milih ukuran ramen (small, medium), dan bentuk mienya juga. Kalau di tempat makan ramen lain yang free flow adalah ocha, kalau di sini mineral water. Untuk harga, termasuk mahal tapi sekali-kali boleh lah dicoba. Enak kok ๐Ÿ˜€ย Untitled

Next!

Saya mau update sedikit yaaa, ada 2 tempat makan ramen yang menurut saya layak untuk masuk dalam post ini. Yang pertama tentu aja Ippudo! Ippudo ini udah beberapa bulan (atau udah setahun ya?) buka di Pacific Place. Harga ramennya cukup mahal, sekitar IDR 90 K. Tapi enak, pake banget. Broth-nya berasaaaaa banget, dan after taste-nya ga bikin eneg atau begah. Recommended!

Shiromaru Ramen

Kedua, ada Hakata Ikkousha! I have no idea that Ikkousha udah buka cabang di Sency (-___-“). Jadi waktu #VisitPIK bela-belain deh ke sana :D. Cerita tentang #VisitPIK bisa dibaca di sini.

Oh iya buat temen-temen yang ga makan babi, beberapa tempat di bawah ini juga menyediakan ramen dan rasanya ga kalah enak. By the way, di Ikkado – Ikkousha – Ippudo – Marutama – Sanpachi – Takigawa – Sushi Tei, dll juga ada chicken ramen. So don’t worry, kita masih bisa makan ramen enak tanpa takut kolestrol naik ๐Ÿ˜‰