Eat & Trip : Pulau Penang

Beberapa waktu lalu saya dan keluarga berkesempatan untuk datang ke Penang karena satu dan lain hal. Sebenernya sih karena urusan kesehatan Boss Besar dan urusan pekerjaan Boss Sedang, tapi berhubung masing-masing sibuk dengan urusannya, otomatis saya yang take the responsibility untuk itinerary makan dan jalan-jalan. πŸ˜€

Begitu sampai di Penang, ternyata tingkat haze alias asap lagi tinggi-tingginya. Batal deh itinerary yang sudah saya bikin, terutama jalan-jalan keliling Georgetown. Yang ada cuma makan – hotel – rumah sakit – mall – repeat – sampe pulang. Tapi ga apa-apa deh, yang penting saya sempet untuk mencoba beberapa makanan khas dari Pulau Penang. πŸ˜‰

Terus ada apa aja sih di Pulau Penang?

Nah yang terkenal nih, namanya Pasembur alias rujak seafood. Kenapa sih namanya Pasembur? Itu jadi pertanyaan saya juga hahahaha! Pasembur ini bisa ditemukan di pasar-pasar gitu; kalau yang saya beli di Gurney Drive. Jadi di Gurney itu ada satu daerah yang isinya makanan khas Penang semua, mulai dari pasembur sampai nasi lemak (kalau ini mah di Malaysia bagian mana juga ada kayaknya).

Pasembur ini isinya seafood yang sudah dalam bentuk gorengan, kebayang kan gak sehatnya? Semuanya deep fried! Tapi kalau ke Penang, ya tetep harus coba walaupun gak sehat :P. Nah setelah kita milih gorengannya, bawa deh ke babang yang jual, nanti dia akan kasih semacam acar atau asinan gitu, terus Β disiram dengan kuah “rujak” (mungkin di sana istilah siram itu adalah sembur *ngarang*). Pas pertama makan, rasanya agak aneh sih.. soalnya si kuahnya itu agak manis tapi asam, dan gak ada pedasnya sama sekali.

Pasembur @ Gurney Drive

Pasembur @ Gurney Drive

Selain pasembur, makanan lain yang wajib dicoba adalah kuoytheow. Basically kuoytheow ini kwetiauw gitu, bisa dibikin versi goreng atau versi biasa (yang mirip dengan kwetiauw siram). Yang membedakan kuoytheow dengan kwetiauw pada umumnya adalah kuoytheow ini pake saus. Dan untuk sausnya sendiri, kuoytheow menggunakan saus yang rasanya mirip dengan saus kacang, atau saus yang digunakan di ketoprak.

 

kuoytheow @ Gurney Drive

kuoytheow @ Gurney Drive

Selain makanan khas Pulau Penang, tentunya jangan lupa coba juga makanan + minuman khas peranakan Malaysia lainnya. Favorit saya so far masih nasi kandar, laksa, nasi lemak, dan es teh tarik. πŸ˜€

nasi kandar @ the original kayu peranakan nasi kandar

nasi kandar @ the original kayu peranakan nasi kandar

laksa @ old town coffee

laksa @ old town coffee

found this nasi lemak @ the breakfast menu. Superb!

found this nasi lemak @ the breakfast menu. Superb!

ais teh tarik

ais teh tarik

By the way, overall Pulau Penang ini termasuk salah satu tempat yang biaya makan-minumnya ga mahal-mahal amat lho. Emang harga tiket PP lumayan mehong, padahal udah pake budget airlines. Tapi untuk hotel, makan, dan transport (kecuali taksi yaa) lumayan terjangkau kok. Sebagai contoh nih, harga makan di pinggir jalan sekitar 5 RM (sekitar IDR 15,300,-) dan minum sekitar 2 RM (IDR 6,300,-). Sedangkan kalau makan di cafe / restoran / mall sekitar 9 – 15 RM. Pengen nongkrong di cafe? Harga espresso atau cappuccino-nya hanya sekitar 9 -12 RM.

Untuk hotel, pasaran harga bintang 4 adalah sekitar 300 RM. Tapi itu tergantung daerahnya sih, kayaknya kalau di daerah pusat kota bisa lebih mahal dari itu. Sedangkan untuk harga taksi rata-rata 20-15 RM untuk jarak dekat, dan 30 – 40 RM untuk jarak jauh. Harga bus tentunya jauh lebih murah, tapi ya gitu deh, suka lama nunggunya :D.

Kalau ada kesempatan untuk balik lagi sih, saya mau banget! Tentunya dengan catatan no haze at all yaaa. πŸ™‚

 

Eat & Eat : Shabu Ghin Jakarta

Sudah hampir 2 tahun saya berkantor di daerah Wolter Monginsidi. Dan selama periode itu, saya melihat perkembangan restoran, cafe, dan tempat di area Wolter, Gunawarman, dan Senopati. Tentunya, seiring perkembangan tersebut ada yang bertahan dan ada yang tidak. Dan sebagai customer, saya sih seneng-seneng aja dengan berbagai pilihan yang ada. πŸ˜€

Salah satu restoran yang baru buka dan lokasinya selemparan batu dari kantor saya adalah Shabu Ghin. Dari namanya aja udah ketauan kalau Shabu Ghin adalah restoran khusus shabu-shabu kan? *basa basi banget* :D. Di Shabu Ghin ada 3 jenis daging yang bisa kita pilih untuk All You Can Eat:

choose your fav!

Menu @ Shabu Ghin Jakarta

Menu @ Shabu Ghin Jakarta

Tentunya selain bisa memilih daging, kita juga bisa pilih soup (kuah) sesuai dengan selera. Kalau favorit saya sih si original konbu, soalnya lidah saya gak tahan sama rasa pedas; dan si original konbu ini perpaduan kuah seafood dan soy. Tapi kalau suka pedas, ada pilihan spicy seafood yang pedes banget!

Salah satu yang bikin saya happy makan di Shabu Ghin adalah karena kita bebas memilih soup yang sesuai dengan selera kita; karena di tiap meja disediakan alat shabu-shabu sendiri. Jadi ga perlu tuh gabung sama orang lain. πŸ˜€

 

Untuk 3 jenis pilihan daging yang tersedia di Shabu Ghin, favorit saya tentunya wagyu beef! Walaupun harganya cukup mahal, dagingnya enak banget! Tapi premium beef dan special beef-nya juga gak kalah enak kok. Khusus untuk daging-dagingan ini, Shabu Ghin memang memilih daging sapi denganΒ kualitas premium.

special beef @shabu ghin

special beef @shabu ghin

IMG_20151010_115826

wagyu beef @ shabu ghin

IMG_20151010_115859

premium beef @ shabu ghin

Seperti restoran shabu-shabu pada umumnya, ada banyak pilihan di all-you-can-eat section. Here’s the sneak peek:

Shabu Ghin-4Shabu Ghin-33

Shabu Ghin-30

Selain wagyu beef, favorit saya lainnya adalah sauce! Yup, Shabu Ghin menyediakan berbagai sauce yang bisa kita pilih sebagai “teman” shabu-shabu. Uniknya beberapa sauceΒ tersebut gak ada lho di tempat lain. Jadi kalau makan di shabu ghin, jangan lupa untuk nyoba sauce-saucenya yaaa. πŸ˜€

IMG_20151010_115329

Overall, Shabu Ghin ini memang pas untuk lidahΒ penggemar shabu-shabu dan premium beef. Yang bikin happy sih selain makanannya memang enak, pilihannya banyak, tempatnya gede, bisa buat meeting atau arisan (ealah ibu-ibu banget! :P), dan toiletnya bersih! Buat saya, tempat makan yang toiletnya bersih itu layak mendapatkan nilai plus! ^^

Dan berhubung masih soft opening, ada diskon lho di Shabu Ghin! So, what are you waiting for? Yuk cuss ke Shabu Ghin! Mumpung baru gajian juga kan.. πŸ˜‰

 

For reservation:

Shabu Ghin
Jl. Wolter Monginsidi No. 53 (sebelah Bubur Kwangtung Wolter)
Senopati, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
021-720 2336/1827

 

Tried & Tested: Sulwhasoo Overnight Vitalizing Mask

Hi! Kayaknya udah agak lama ya saya gak review product skin care? Seinget saya terakhir tahun lalu waktu saya review SK II. Sooo, I’m backΒ to review this amazing product! πŸ˜€

Sejak beberapa bulan lalu, saya berhenti menggunakan water mask-nya Laneige karena kulit saya jadi berminyak makin parah; padahal itu merupakan salah satu produk andalan saya supaya kulit muka tetap moist. Tapi karena berhenti, maka muncul masalah baru, yaitu saya sering banget jerawatan. Untuk menangani jerawat kecil-kecil tapi nyebelin ini, saya pun mencoba untuk pake toner dari rangkaian Tee Tree-nya Body Shop; kaloΒ serum dan pelembab tentunya masih setia sama SK II yaaa :D. Kemudian jerawat pun hilang, tapi timbul masalah baru lagi yaitu kulit jadi makin kering. Ribet yeee jadi perempuan hahahahaha!

Sampai akhirnya partner in crime saya dalam hal skin care dan make up, Astrid Arum (orangnya bisa dicolek di ig @astarumakeup yaa) cerita kalau dia abis beli sulwhasoo overnight vitalizing mask dan katanya enak banget! Enak banget di muka tentunya yaaa, bukan enak dimakan :P.

Pas lagi desperate nyari obat jerawat yang gak bikin kulit kering, eh saya ketemu banyak review tentang masker ini di femaledaily! Surprisingly, hampir semua reviewnya positif. Memang kalau pertama kali nyoba satu skin care itu untung-untungan. Kalau cocok, cocok banget. Kalau enggak, resiko kulit bisa breakout dan butuh waktu lama recovery. Itu terjadi juga sama orang-orang yang gak cocok dengan SK II, ada yang reaksi awalnya adalah kulit purging, seperti keluar jerawat kecil-kecil (katanya sih itu reaksi normal, karena kulit kita lagi “dibersihin” gitu), tapi ada juga yang reaksi awalnya adalah langsung keluar jerawat batu. Nah, yang kayak gini artinya kulit kita memang gak cocok dengan produk tersebut.

Oke balik lagi ke sulwhasoo! Akhirnya saya putuskan untuk nyoba pake sulwhasoo overnight vitalizing mask ini. Waktu saya coba pertama kali, kesan pertama saya.. aneh. Baunya ginseng banget. Kenceng. Dan moist banget! Padahal saya pakenya cuma dikit. Akhirnya pasrah aja: “yah paling besok ada jerawat kecil di hidung.”

Dan ternyata besok paginya kulit muka saya aman-aman aja tuh. Boro-boro jerawat kecil di hidung, jerawat di bawah dagu yang tadinya gede banget, keliatan mengecil. Wah gila juga nih produk. Masa dia bisa ngecilin jerawat dalam satu malem? Sebenarnya produk ini sebaiknya dipake 2-3x per minggu, tapi karena pengalaman pertama ukuran jerawat langsung mengecil, saya kepo deh. Saya pakai lagi malam berikutnya dan rutin saya pakai setiap malam. Sekitar satu minggu setelah pemakaian, jerawat saya hilang. Gone. Yeay! πŸ˜€

Setelah hampir 2 minggu menggunakan masker ini setiap malam secara rutin, ada perubahan lainnya yang saya lihat. Salah satunya adalah kulit makin mulus, sis! Dan yang paling penting, minyak-minyak di T area mulai berkurang. Tentunya, penggunaan masker ini sebaiknya diikuti dengan rutinitas double cleanser (untuk keterangan apa itu double cleanser, bisa dicek di salah satu artikel femaledaily yaaa) supaya kulit wajah bebas dari segala kotoran. πŸ˜‰

Sulwhasoo Overnight Vitalizing Mask

Sulwhasoo Overnight Vitalizing Mask

 

Homemade Tiramisu Recipe (not the authentic version)

Sejak subscribeΒ beberapa channel Youtube khusus masak-memasak, saya semacam punya obsesi untuk nyoba bikin sendiri. Ada sih yang keliatannya rempong, dan bikin saya keder duluan. Dan secara saya anaknya pamalesan yes, jadi tentunya cuma mau praktekin yang gampang2 aja! πŸ˜€

Salah satu yang menurut saya gampang untuk dibikin adalah Tiramisu. Soalnya tinggal cemplung-cemplung doang, terus masukin ke kulkas deh. KELAR. Untuk resepnya, lagi-lagi saya ngintip dari David, owner dari akun Youtube OnePotChef. To be honest, saya seneng banget kalo liat David masak (ciee sok ikrib..), soalnya dia mau “kotor-kotoran” gitu. Kan kalo chef-chef yang udah advance biasanya “anti-kotor” di dapur.

Walaupun saya nyontek resepnya OnePotChef, ada 2 item yang gak saya gunakan yaitu telur dan gula. Pertama, karena buat saya telur tuh harus mateng. Bok, daripada kena flu burung kan? The thing is, dalam resep-resep authentic ini telurnya kan ga mateng ya, jadi bhayyyy. Yang kedua, gula. Saya gak pake gula karena ladyfingernya udah manis. Daripada kemanisan kan? Toh dari segi rasa gak terlalu ngaruh juga. πŸ˜‰

Okay, jadi bahan-bahannya apa aja? Cara bikinnya gimana? Gampang sist!

Bahan-bahan:

  • ladyfinger sponge cake secukupnya, tergantung mau bikin berapa lapis. Makin banyak lapisannya, makin banyak ladyfingernya. Untuk ladyfingernya sendiri, saya pake merk vicenzo; ini di supermarket total juga ada.
  • kopi instan. Kalau dari yang saya baca, paling bagus sih pake kopi espresso. Tapi pake kopi instan juga kayaknya ga apa-apa sih. Saya kebetulan pake kopi Kapal Api yg blue mountain, no sugar.
  • whipped cream sekitar 500 ml.Β Again, jumlahnya tergantung seberapa besar ukuran tiramisu yang mau dibuat dan berapa banyak lapisan dalam tiramisunya. Ini 500 ml saya pake untuk 3 lapis.
  • Mascarpone cheese. Ini juga ada banyak di supermarket kok.
  • Rum secukupnya (optional). Ini mah tergantung selera yaaa, mau pake monggo, gak pake juga ga apa-apa. Diganti baileys juga bisa πŸ˜›
  • Choco powder. Ini buat lapisan di atasnya aja kok.

Cara membuat:

  • bikin kopi dulu dengan air panas, kalo bisa boil water, bukan air panas dari dispenser. *rada rempong yeee*
  • masukan ladyfinger satu ke dalam kopi tersebut, bolak balik bentar langsung angkat. Nah di bagian ini kudu hati-hati banget. Pertama, itu panas banget kak (-___-“).. Kedua, kalo direndamnya kelamaan, si ladyfinger bisa hancur berkeping-keping kayak orang yang baru diputusin :(.Β Kalo saya cuma dua kali *sekitar 2 detik* bolak balik langsung angkat (okay sounds so wrong..) MAKSUDNYA TUH LADYFINGER DIANGKAT DARI AER KOPI YAAAA. *dijelasin*
  • Terus ladyfinger-nya langsung disusun satu lapis di atas pyrex atau pan. Kalo bisa, si pan ini terisi penuh ya.
  • Mix whipped cream + mascarpone cheese + rum. Nah saya punya sedikit tips nih seandainya kamu gak punya mixer. Kamu bisa pake blender untuk ngemix bahan-bahan tersebut dan nanti hasilnya sama! Gak percaya? Coba cari di Youtube deh, “whipped cream with blender“. Awalnya saya gak percaya juga, tapi kemarin pas saya coba, beneran lho creamnya jadi cream yang sesuai dengan hakikatnya. By the way, kalau kamu pake telur dan gula, tentu creamnya akan berwarna kekuningan dan jadinya mirip cream custard. Again, my concern is, telurnya gak mateng dan takut kena flu burung 😐
  • Oleskan cream dari mix tadi di atas ladyfinger yang sudah disusun sampai rapi. Ulangi proses ini sampai ladyfinger-nya abis. Jangan lupa untuk selalu merendam ladyfinger terlebih dahulu di dalam air kopi.
  • Kalau lapisan terakhir udah selesai, langsung masukin ke kulkas deh. Kemarin sih saya masukin tiramisunya ke freezer dulu sekitar 3 jam. Baru dipindahin ke kulkas bagian bawah.
  • Nah setelah 3 jam, baru deh saya kasih choco powder untuk pelengkap di bagian atasnya, terus masukin ke kulkas lagi. Kira-kira sekitar 2-3 jam setelah itu, baru bisa dinikmati dengan baik ;).

Ternyata gak susah kan bikin tiramisu? πŸ˜€

homemade tiramisu by @justcecile

maap potonganya gak rapi :))

 

Eat & Eat: Mango Tree Bistro, Jakarta

Memasuki bulan puasa artinya selain banyak makanan khas buka puasa yang beredar, semakin banyak juga undangan buka puasa bersama. Sebagai orang yang doyan makan, saya sih seneng-seneng aja. Selain bisa ketemu temen-temen lama dari berbagai geng (ciee anaknya ngegeng banget, sis?!), saya juga bisa menjelajah berbagai resto. Ada yang ngundang bukber di restoran Thailand, ada yang di restoran Jepang, ada juga yang di rumah. Pokoknya BukBer I laff! πŸ˜€

Salah satu resto yang menurut saya wajib dikunjungi adalah Mango Tree Bistro! Kenapa? Karena.. enak? *ditabok*. Β Pertama, karena ambience-nya enak banget. Gak kayak Thai resto pada umumnya.

Dan begitu masuk Mango Tree Bistro, kita disambut Mbak Cantik ini:

And this one of my fav decor:

Keduaaaa,Β Mango Tree Bistro ini punya Ramadan Package, bro dan sis. Menurut saya sih, Ramadan Package ini berguna banget ((( BERGUNA )). Soalnya dari appertizer sampai dessert udah ada tuh, jadi kita gak perlu rempong lagi pesen ina ini itu.

Ada menu apa aja sih di Ramadan Package-nya Mango Tree Bistro?

Mulai dari appertizer yaaa:

Shrimp Cake @ Mango Tree Bistro

Yang special dari shrimp cake ini adalah sauce-nya. It’s delicious and unique! Sauce-nya gak terlalu pedas, tapi berasaaa banget ada unsur basil di dalamnya.

Tom Yam Chicken Wings @Mango Tree BistroKalau yang ini sih, recommended menu banget dari Mango Tree Bistro! Surprisingly, Tom Yam Chicken Wings-nya gak pedas, karena memang di Mango Tree Bistro hampir semua makanannya sudah disesuaikan dengan lidah western. Sausnya gimana? Aman! Gak pedas sama sekali. πŸ˜€

Kalau menu appertizer-nya udah menggiurkan kayak gitu, apa kabar dengan menu main course? Let’s take a look:Β 

Beef neck @ Mango Tree Bistro

First thing first, beef neck! Dari namanya udah tau dong kalau ini leher sapi :D. Beef neck ini adalah salah satu menu fusion Thailand food yang ada di Mango Tree Bistro. Rasanya enak, pake banget. Crunchy, tipis, dan ngunyahnya ga pake ribet.
Tom Yam Soup @ Mango Tree BistroApalah arti makan di resto Thailand kalau ga nyoba Tom Yam Soup? Nah di Mango Tree Bistro ini unik juga, soalnya ada campuran susu di dalam Tom Yam Soup. That’s why, ada tekstur creamy dan tentunya rasa pedas gak terlalu strong.

Oh iya, Mango Tree Bistro juga menyediakan menu Tom Yam untuk anak-anak atau untuk orang dewasa yang sama sekali gak bisa makan makanan yang spicy lho. Namanya Clear Soup πŸ˜€

Clear Soup @ Mango Tree Bistro

Chicken Basil @ Mango Tree BistroAnother menu worth to try: Chicken Basil! Emang lidah Indonesia banget ya, dikasih makanan yang rempah-rempah gini mah akik doyan bener πŸ˜›

Lanjut ke bagian favorit saya, yaitu.. dessert!

Cassava with Coconut Milk @ Mango Tree Bistro

Rasanya rugi kalau makan di Thai resto tapi gak nyoba dessert singkongnya, soalnyaΒ ini adalah salah satu makanan penutup khas Thailand. Bahasa kerennya sih Cassava with coconut milk :D. Yang bikin saya suka, singkongnya lembut banget.. gak pake effort pas makan *yaampun udah doyan makan, masih males pula yah* :))

Red Ruby Ice @ Mango Tree

Kalau yang ini namanya Red Ruby Ice, pemirsa! Rasanya enak, gak terlalu manis, dan santannya berasa tapi tenang aja.. gak bakal bikin kolestrol naik kok ^^

Selain makanan-makanan tadi, Mango Tree Bistro juga punya berbagai mocktail yang fresh dan pas banget buat jadi “temennya” Ramadan Package. Intip bentar di sini deh:

Last Wishes @ Mango Tree Bistro

Last Wishes – Watermelon Juice and Mint Leaf

Kiwi Colada @ Mango Tree Bistro

Kiwi Colada – Kiwi, Pineapple, Coconut

Kiwi Julep @ Mango Tree Bistro

Kiwi Julep – Kiwi and Cucumber

Kalau lebih suka mocktail yang manis, ada juga chocolate addict dan caramel frappuccino yang gak kalah segernya. Harga semua mocktailnya juga cukup terjangkau, sekitar IDR 55 K. πŸ˜€

Oh dan tentunyaaaa jangan kita lupakan Thai Tea yang endes ini:

Yang bikin happy buka puasa di Mango Tree Bistro adalah Ramadan Packagenya bisa buat 10 orang! Kan lumayan banget patungannya tuh! Ada juga yang buat 4 orang atau 6 orang kok. So don’t worry, mau buka puasa cuma berempat atau bersepuluh ya bisa-bisa aja. Harga untuk Ramadan Package juga cukup terjangkau, yaitu sekitar IDR 420 K. πŸ˜€

Jadi siapa yang mau BukBer di Mango Tree Bistro abis ini? πŸ˜›

 

Mango Tree Bistro:

Plaza Senayan, P5 Floor
Ph: +62 21 5725 338

Epiwalk GF W 118A, W 120
Ph: +62 21 2994 1303

 

 

 

Eat & Eat : #VisitPIK dan Sekitarnya

Beberapa tahun belakangan, PIK alias Pantai Indah Kapuk jadi trendsetter tempat makan baru, terutama di kawasan Β Bukit Golf Mediterania. Kenapa? Karena di sana bertebaran berbagai tempat makan yang kece, unik, dan wajib dikunjungi.

Saya sendiri baru 2x #VisitPIK. Tentunya dua kali ga cukup dong menjelajah semua tempat makan yang ada di sana, karena restoran dan cafe di PIK bener-bener dari ujung ke ujung! Ga percaya? Buruan #VisitPIK makanya πŸ˜›

By the way, waktu pertama #VisitPIK, saya dan teman-teman sengaja banget pengen keliling dari Muara Karang – PIK – Pantai Mutiara. Tentunya selain terkagum-kagum sama banyaknya tempat makan di daerah sana, kami anak-anak selatan ini kagum banget sama rumah-rumah segede gambreng. Omgggg, apalah daku iniii.. printilan debuuuu. Kasta langsung turun drastis! πŸ˜€

Tujuan pertama di Muara Karang adalah makan Bakso Akiauw! Mienya enak, ga bikin perut begah. Basonya biasa aja sih, tapi kuahnya endes. Plus ada daging sapi uratnya yg banyak dan enak banget! Lembut, ga pake effort deh ngunyahnya. Harga semangkuknya kalau ga salah sekitar 40 rb, agak mahal sih. Tapi worth to try!

mie bakso akiauw

Abis makan bakso, tentunya perlu makan dessert dong. Nah di kawasan ruko-ruko Bukit Golf Mediterania ini ada berbagai pilihan cafe khusus dessert yang bisa kita kunjungi. Berhubung sumoboo udah ada di Kokas, maka saya dan teman-teman memilih Shirokuma. Di sini ada berbagai menu pilihan dessert dengan matcha ice cream sebagai bahan utama.

shirokuma, PIKKisaran harga untuk dessert di Shirokuma ga terlalu mahal kok, sekitar IDR 30K. Lebih enak kalau #VisitPIK-nya bareng temen atau keluarga besar sekalian, jadi bisa cafe hopping dan ga gampang kenyang. πŸ˜€

Apalah arti jalan-jalan kalau ga beli cemilan.. #VisitPIK kloter pertama berenti di satu toko roti, Provence. Buat “penggila roti” kayak saya, tempat kayak gini bikin kalap. Semuaaaa pengen dicoba. Harganya juga lumayan terjangkau, 11-12 sama harga roti di Chef Bakery. Cabangnya juga banyak, bisa diintip di sini.

Provence PIK

#VisitPIK for the 2nd time! Nah yang ini ga direncanain, karena awalnya cuma mau berkunjung ke acara housewarming temennya suami yang terletak di daerah Kapuk Kamal. Ternyata Kapuk Kamal deket sama PIK *yaiyalah sama-sama di Kapuk* :D.

Kebetulan semua pengen makan ramen, ya udah kita makan di tempat makan ramen yang pasti-pasti aja alias udah ketauan enak, yaitu di Hakata Ikkousha. Berhubung takut kolestrol naik (-___-“), saya pesenΒ chicken ramen. Dan ternyata chicken ramen-nya enak lho. Kaldunya pas, msg juga ga bikin eneg. Serba pas deh. Harga juga oke, cuma IDR 55K! Recommended! (btw saya harus update postingan ramen nih jadinya :P).Hakata Ikkousha, PIK

As usual, abis makan nyari dessert because.. “I always have a free room for the dessert” kan :D. Sempet pengen ke Cake A Boo, tapi yamasa abis makan mie, terus makan cake.. ntar menggebung kayak Bay Max dong :(. Jadi kami memutuskan untuk ke North Pole Cafe, makan ice cream *padahal kalori cake sama ice cream sama aja ya hahahaha*!

North Pole menyediakan gelato dalam berbagai rasa, mulai dari rasa-rasa yang “normal” kayak vanilla, strawberry, dll sampai rasa yang “unik” kayak beer atau baileys. Selain itu, kita juga bisa pilih cone dengan pinggiran kayak fruit loops atau oreo. Waktu ke sana, saya order hazelnut crunch dan baileys dengan cone choco something *lupa nama conenya 😦 *

north pole cafe, PIKUntuk harga, North Pole hampir sama dengan Shirokuma sekitar 30ribuan. Untuk cone yang udah dicustom kayak gini, IDR 15K, sedangkan harga gelato tergantung flavornya.

Kira-kira tempat makan apalagi ya yang wajib dikunjungi untuk #visitPIK ketiga kalinya? πŸ˜€

 

 

 

Eat & Eat : Taco Casa

Dua tahun lalu saya “diperkenalkan” dengan Taco Casa oleh seorang teman yang tinggal di Bali. Dia tau persis kalau saya penggemar quesadilla. Waktu pertama kali diajak ke Taco Casa di daerah Petitenget, dia cuma bilang: “lo harus rasain bedanya!”

Dan memang terbukti sampai hari ini, Taco Casa selalu menjadi tempat favorit setiap saya berkunjung ke Bali. Dan “virus” berkunjung ke Taco Casa ini juga saya tularkan ke suami dan sahabat-sahabat saya tepat satu hari setelah hari pernikahan kami :D. Mulai dari nachos, quesadilla, sampai burrito semuanya doyannnn. Hauce lah!

Terakhir kunjungan ke sana, saya ga mau pesen quesadilla. Ceritanya kan sombong ya, udah beberapa kali nyoba, jadi pengen pesen burrito :P, eh terus lupa kalau porsi makanan di Taco Casa ini gedeeee banget! Jadi buat cewek-cewek, biasanya sih ga akan habis, kecuali.. laper banget atau doyan makan kayak saya :D.

Di Taco Casa ada 2 jenis burrito kalo ga salah (please correct me if I’m wrong): ada Wet Burrito dan ada 8 layer burrito. Dari namanya, yang satu pake “kuah”, satu lagi engga hahahaha!

Wet Burrito @ Taco Casa

Wet Burrito @ Taco Casa

8 layer burrito @Taco Casa

8 layer burrito @Taco Casa

Overall, saya lebih suka 8 layer burrito sih, soalnya ga ribet makannya. Tapi dua-duanya enak pake banget kok. Recommended! πŸ˜€

Oh iyaaa di Taco Casa, kita juga bisa memilih isi burrito/quesadilla/taco sesuai dengan selera lho. Chicken, beef, or veggie? Bebas, pemirsah!

Buat yang ga terlalu doyan makanan berat, coba deh order chicken nachos-nya. Trust me,Β this nachos is worth to try πŸ˜‰

Nachos @ Taco Casa

Nachos @ Taco Casa

Burrito terlalu “berat”, nachos terlalu “ringan”? Time to order quesadilla!Β 

Chicken Quesadilla (photo captured by @heyninski)

Chicken Quesadilla (photo captured by @heyninski)

Tentu saja, semua makanan ini akan lebih enak jika dinikmati bersama beer. Cheers! πŸ˜€

Seseruan di ChopChat

Jadi ceritanya beberapa hari terakhir ini saya lagi seneng banget ngobrol via chat app baru, namanya ChopChat. Kenapaaaa? Karena ChopChat punya ratusan atau mungkin ribuan sticker yang ga cuma lucu, tapi juga ngehe. Saya bener-bener ga bisa berenti kirimin sticker ke temen. πŸ˜€

Pengen tau tampilan ChopChat kayak apaan? Nih saya kasih sneak peek obrolan saya dengan Ci Shasya yang femes itu πŸ˜›

ChopChat1

Terus-terus ada apalagi di ChopChat? Bisa juga kasih #lifeguide kayak gini sih πŸ˜€

ChopChat2

Dengan sticker ChopChat yang super ngehe, saya juga ditolak sama Wira lho.. karena ngirimin sticker pantat! :))

ChopChat3

Jadi sekarang kalau mau seseruan mah di ChopChat aja yesss! :D. Buat yang mau download, bisa ke sini yaaa.

Review: Nusantara Night by Doubletree Hotel

Open Resto : Doubletrree Hotel Jakarta

Open Resto : Doubletrree Hotel Jakarta

Beberapa minggu lalu, saya berkesempatan untuk hadir dan icip-icip seru di Open Resto by Doubletree Hotel Jakarta. Jadi ceritanya Open Resto punya program Nusantara Night (all-you-can-eat Β for IDR 288,000++,) yang diadakan setiap hari Selasa. Sesuai namanya, di Nusantara Night ini ada berbagai macam masakan khas Indonesia, mulai dari yang familiar kayak gado-gado, perkedel, ikan pindang, soto Bogor, sampai dengan masakan Indonesia yang udah dimodifikasi kayak pizza rendang. Endes? Banget! Tentunya kalau udah ketemu yang kayak gini harus dicoba satu-satu dong yaaaa. Unfortunately, berhubung saya agak parno sama yang namanya kolestrol, saya skip deh bebek dan udang :(. Walaupun ga nyoba bebek dan udang, saya ga melewatkan kesempatan untuk mencoba menu-menu menarik yang saya temukan di Nusantara Night! Ada apa aja?

1. Gado-gado : jelas rasanya beda sama gado-gado yang dijual di abang pinggir jalan dong yaaa. yang ini selain tampilannya lebihΒ fancy, rasanya juga agak beda karena bumbu kacangnya ga strong tapi ngeblend gitu sama bahan-bahan di dalam si gado-gado. Mungkin memang disesuaikan dengan lidah orang asing juga kali ya, biar ga kaget gitu kalo makan gado-gado πŸ˜€ *oke, ini analisis sotoy*

2. Pizza rendang: sebagai penggemar pizza, menu yang satu ini wajib banget dicoba di Nusantara Night! Pizza crunchy dan tipis dengan rendang yang dipotong kecil-kecil sebagai isinya. Tingkat kematangannya juga pas. Recommended πŸ˜‰

3. Pepes mangut: sebagai orang yang taunya cuma makan enak tapi ga bisa masak (-___-“), pepes mangut ini enak banget! Berdasarkan hasil googling, aslinya pepes mangut itu bahan dasarnya adalah ikan peda. Tapi kayaknya yang waktu itu saya makan ga ada rasanya peda deh, which is good, karena saya bukan penggemar ikan peda πŸ˜›

4. Dessert: nah bagian ini jelas favorit akuhhhh! Secara sini kan anaknya sweet tooth banget ya, seneng lah kalo udah ketemu yang manis-manis! My fav one goes to mango pannacotta! Teksturnya pas, rasa mangganya ga strong tapi juga ga light, dan terlalu manis.

5. Doubletree Cookies: kala yang satu ini sih memang signaturenya Doubletree Hotel ya, dan kalau follow Doubletree di IG, ada banyak cerita “jalan-jalan”nya si cookie ini. Cookiesnya Doubletree itu selain gedang banget, rasanya juga enak banget! *coba itung berapa banyak kata “enak” dalam postingan ini* :))

Oh iya, Nusantara Night akan berlangsung s.d 31 Desember mendatang lho. So buat yang pengen mencoba masakan khas Indonesia dari berbagai daerah, yuk cuss ke Open Resto! πŸ˜‰

And here the recap photos! Enjoyyyy! πŸ˜€

123

Sweet Tooth Overload!

Udah pada tau dong kalau di Jakarta lagi banyak banget tempat makan khusus untuk para pecinta dessert. Yang lagi hip sih tentunya dessert-dessert ala Taiwan gitu, yang isinya ice cream, grass jelly, kacang merah, puding, bubble, dan disiram dengan susu full cream. I know, ga sehat sama sekali :)) tapi enak. Terus mau gimana lagi? *anaknya lemah banget*

Kebetulan saya agak telat ngikutin trend makan dessert-dessertan ini. Soalnya tempat makan dessert ini awalnya cuma buka di daerah Jakarta Utara atau Jakarta Barat. Jauh banget mak kalo kudu ke sana demi semangkok dessert ala Taiwan. Saya terlalu males untuk mengeluarkan effort sebesar itu hahahaha. Nah kabar gembira untuk kita semua muncul pas Hong Tang buka di GI, dan Sumoboo buka di Kokas. Happy banget lah si anak rantau yang taunya cuma Jaksel doang ini, langsung deh saya berburu Hong Tang dan Sumoboo yang kesohor tea.

Hong Tang

Ini salah satu menu andalan di Hong Tang, yang saya inget cuma nomornya, nomor 28 kalau ga salah. Isinya apa aja? Ada matcha ice cream, puding, grass jelly, bubble, dan teman-temannya. Kalau ke sini, mending pas weekdays karena kalau weekend kudu waiting list. Rasanya gimana? Enak sih tapi dari segi isi, lebih banyak Sumoboo. Begitu juga dari segi harga ya, lebih mahal hong tang ketimbang Sumoboo.

pudding @ hong tang

Kalau yang ini favoritnya mas patjar! Isinya pudding cokelat, pudding mangga (enak banget!), pudding kopi, dan grass jelly (lupa-lupa inget, maap:D). Buat saya, pudding mangganya juwara! Recommended! πŸ˜‰

sumoboo (recap)

Ini hasil recap dari beberapa kali makan dessert di sumoboo. Penataannya sumoboo memang lebih cantik, mungkin karena creamnya dipisah; jadi customer bisa memilih sendiri mau pakai cream/engga. Untuk isi sih hampir sama dengan dessert hong tang, tapi versi sumoboo ada kacang merah segala. Yang juwara dari sumoboo adalah matcha ice creamnya! endes bambang! Matcha ice cream yang digunakan di sumoboo rasanya mirip dengan matcha ice cream yang pernah saya makan di Jepang. Ga terlalu manis, ga terlalu pahit, tapi ga hambar. πŸ˜€

Sebenernya masih ada lagi tempat-tempat makan dessert lainnya yang belum saya jelajah. Buat yang punya ide tempat makan dessert lainnya, please drop your recommended places here! πŸ˜‰