All About Destination Wedding

Holllaaa!

Oke, blog post berikut ini sebenernya udah basi sih, karena harusnya saya tulis beberapa bulan lalu, tapi semoga kalau ditulis sekarang masih relevan ya πŸ˜‰

Saya mau share sedikit pengalaman tentang destination wedding. Apaan tuh?

Jadi destination wedding itu pernikahan yang dilakukan di luar domisili tempat kita tinggal. Destination wedding sendiri bisa dilakukan di luar kota, di luar pulau, atau di luar negeri karena berbagai alasan. Nah kira-kira kalau mau bikin destination wedding harus ngapain aja sih?

  1. Survey

Survey sebanyak-banyaknya! Minta quotation sana sini, cek harga, bandingin harga. Kayaknya kalau ini mah dilakukan sama semua calon pengantin ya :D.

Untuk destination wedding, kita perlu survey lebih jauh. Misalnya: apakah di tempat tersebut sudah ada mice managernya? Kalau sudah, biasanya kita gak perlu lagi ngehire WO; karena akan dibantu oleh mice managernya. Lalu untuk cake, apakah sudah tersedia atau belum? Kalau sudah ada, lalu apakah ada charge fee kalau beli dari luar? Lalu, nanti keluarga dan teman menginap di mana? Itu juga harus disurvey. Cari lokasi yang dekat dengan tempat ibadah, atau dekat dengan tempat resepsi?

Catering. Bunga. Decor. Check recheck. Attention to details.

Survey gak cuma dilakukan via email dan telepon lho, tapi kita harus meluangkan waktu untuk datang ke sana, liat sendiri tempatnya kayak gimana; karena foto-foto di website kan bisa aja nipu.

2. Β Budget

Nah ini penting banget! Bikin budget bukan sekedar budget untuk hari H doang, tapi juga budget untuk akomodasi. Dan ini harus didiskusikan dari jauh-jauh hari ya, jangan sampai karena kamu pengenΒ destination wedding terus ada omongan:Β “please jangan dadakan ngasih tau kalo lo mau nikah di luar kota..” :)))

3. Follow up

Biasanya kalau sudah ada mice manager di tempat tersebut, dia akan sering “tek-tok” sama calon pengantin. Tau sendiri dong, calon pengantin menuju hari H akan sangat sensitif hahahaha! Jadi follow up itu penting banget, jangan sampai ada yang miss. Kalau ngerasa gak sanggup untuk mengerjakan semuanya sendiri, saatnya melibatkan orang lain. Minta tolong ke teman atau saudara yang bisa dipercaya itu cukup mengurangi beban lho πŸ˜‰

4. RSVP

Buat saya dan suami ini penting, karena kita bisa memperkirakan berapa jumlah tamu yang akan datang. Ini juga terkait dengan lokasi dinner yang hanya bisa menampung sekitar 80 orang. Berhubung saya dan suami gak menggunakan jasa WO, kami berdua mengontak satu per satu tamu yang kami undang. Cape? Banget. Tapi kalau gak kayak gini kan gatau rasanya. πŸ˜€

5. Schedule

Bikin schedule itu penting banget, apalagi di destination wedding; di mana kita harus make sure menjemput saudara-saudara dan teman. Kalau kita menggunakan jasa transport agent, pastikan semua flight sudah terdaftar dengan baik. Jangan lupa juga untuk bikin schedule untuk hari H, supaya gak keteteran.

6. Doa

Ini udah paling penting sih, hahahahahaha!

IMG-20150329-WA0020

 

 

Advertisements

Eat & Eat : Taco Casa

Dua tahun lalu saya “diperkenalkan” dengan Taco Casa oleh seorang teman yang tinggal di Bali. Dia tau persis kalau saya penggemar quesadilla. Waktu pertama kali diajak ke Taco Casa di daerah Petitenget, dia cuma bilang: “lo harus rasain bedanya!”

Dan memang terbukti sampai hari ini, Taco Casa selalu menjadi tempat favorit setiap saya berkunjung ke Bali. Dan “virus” berkunjung ke Taco Casa ini juga saya tularkan ke suami dan sahabat-sahabat saya tepat satu hari setelah hari pernikahan kami :D. Mulai dari nachos, quesadilla, sampai burrito semuanya doyannnn. Hauce lah!

Terakhir kunjungan ke sana, saya ga mau pesen quesadilla. Ceritanya kan sombong ya, udah beberapa kali nyoba, jadi pengen pesen burrito :P, eh terus lupa kalau porsi makanan di Taco Casa ini gedeeee banget! Jadi buat cewek-cewek, biasanya sih ga akan habis, kecuali.. laper banget atau doyan makan kayak saya :D.

Di Taco Casa ada 2 jenis burrito kalo ga salah (please correct me if I’m wrong): ada Wet Burrito dan ada 8 layer burrito. Dari namanya, yang satu pake “kuah”, satu lagi engga hahahaha!

Wet Burrito @ Taco Casa

Wet Burrito @ Taco Casa

8 layer burrito @Taco Casa

8 layer burrito @Taco Casa

Overall, saya lebih suka 8 layer burrito sih, soalnya ga ribet makannya. Tapi dua-duanya enak pake banget kok. Recommended! πŸ˜€

Oh iyaaa di Taco Casa, kita juga bisa memilih isi burrito/quesadilla/taco sesuai dengan selera lho. Chicken, beef, or veggie? Bebas, pemirsah!

Buat yang ga terlalu doyan makanan berat, coba deh order chicken nachos-nya. Trust me,Β this nachos is worth to try πŸ˜‰

Nachos @ Taco Casa

Nachos @ Taco Casa

Burrito terlalu “berat”, nachos terlalu “ringan”? Time to order quesadilla!Β 

Chicken Quesadilla (photo captured by @heyninski)

Chicken Quesadilla (photo captured by @heyninski)

Tentu saja, semua makanan ini akan lebih enak jika dinikmati bersama beer. Cheers! πŸ˜€

The W Day :)

Captured by Asrul

Captured by Asrul

Finally we tie the knot!

Terima kasih untuk semua keluarga, sahabat, dan teman-teman yang sudah bersedia datang jauh ke Bali untuk ikut merayakan kebahagiaan kami. We’re really appreciate it πŸ™‚

Terima kasih untuk the best “Bridesmaids and Bestmen” team ever! You give 100% energy to help us! Thank you, thank you, and thank you! You’ve been there to solve our “problem” and “drama“. Laff!

the bestmen and bridesmaids team!

the bestmen and bridesmaids team!

 

And also thank you for all vendors! From the designer, make up artist, photography, videography, venue, flower, hotel, and transport!Β Thank you all for making our wedding day so perfect and enjoyable for everyone!

So this is it.

This is the beginning of our new family. πŸ™‚

The Vow :)

The Vow πŸ™‚

Captured by Alle! thank you :)

Captured by Alle! thank you πŸ™‚

 

Wedding Dress by: Hendy Wijaya

Suit by : Vertus Tailor

Make Up by: Chai Ilona

Wedding Flower by: Kintan Florist

Photographer and Videographer by: Gusde Photography

Wedding Venue : Ma Joly Lounge and Resto

 

Happy Wedding Cecil & Igor

Thank you Oni!

KANGENLAUT

Prestasi,

Dalam 1 bulan gue 2x ke Bali dengan modus kawinan. Kali ini, 25 April dipilih ama temen kantor gue, Cecilia Kustomo untuk menikah dengan Igor πŸ™‚

Kali iini setan nya sih si Renny FWD, tadinya weekend itu (24-26 April) udah warna item alias ga merah, alias ga ada trip. Tapi karena muka melas Renny dan gue juga punya jiwe muree kalo trip kena pantai. Ya suudaahlah yaa …. cari tiket deh di tiket.comΒ yang berhasil membawa kami terbang ke Bali PP dengan AA sekitar 1.3jt. Btw, sebelum pada kecewa, trip kali ini gue ga bisa pamer poto” yang berarti karena gear gue ketinggalan. Sepaket tas kamera gue ketinggalan dkantor. Syit!

Terbang Jumat malem jam 21.30 WIB bkin kita sampe DPS jam 12.00 WITA, nawaitu nya sih mo niat jalan kaki. Ya … (((JALAN KAKI))) blagu banged. Sampe sana kita pasrah ama supir taksi β€œargo” bandara dengan tarif 100rebu…

View original post 1,404 more words

Delicioso!

Pertengahan tahun lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk menghandle account sebuah restoran steak yang berasal dari Amerika. Setiap meeting dengan client, saya selalu disuguhi berbagai makanan dari restoran tersebut, sampai pada akhirnya suatu hari saya dikenalkan dengan makanan bernama Quesadilla. Di restoran tersebut, quesadilla-nya sudah dimodifikasi sehingga saus yang disajikan bukan lagi salsa atau guacamole tapi honey sauce. Pada saat itulah untuk pertama kalinya saya kepincut sama si quesadilla ini. (telat banget ya baru tau yang namanya quesadilla πŸ˜› )

Long story short, waktu liburan ke Bali sempatkan untuk mencoba chicken quesadilla di 2 tempat, yaitu Sea CircusΒ dan Taco Casa. Buat saya, 2 restoran itu menjual chicken quesadilla terenak (plus, guacamole paling enak) yang pernah saya coba.

chicken quesadilla

Nah di Jakarta sendiri ada beberapa restoran yang menjual makanan Meksiko, seperti di Amigos dan Hacienda. Sayangnya terakhir berkunjung ke 2 tempat tersebut, saya belum “jatuh cinta” sama quesadilla, jadi pada waktu itu saya hanya mencoba beef burrito (salah satu makanan Meksiko yang endang bambang juga :D)

Ternyata ada satu lagi restoran yang wajib dikunjungi bagi para penggemar makanan Meksiko, khususnya pecinta quesadilla, yaitu Sombrero! Begitu masuk ke Sombrero, waiternya melayani dengan topi Sombrero dan alunan lagu-lagu berbahasa Spanyol pun terdengar cukup kencang. Oke lah, udah cukup menjiwai hehehe.

Waktu itu saya pesan chicken quesadilla, chicken burrito (untuk mas patjar), cheese mexica-la (pizza untuk sharing), dan churros sebagai dessert. Ternyata pada waktu pesanan datang, semua makanan dilengkapi dengan nachos, salsa sauce, dan guacamole! wah untung ga order nachos ya, kalo order bisa meledak perutnya :))

Chicken Quesadilla @ SombreroChicken Quesadilla ini sudah dilengkapi dengan sayur (brokoli, timun, dan wortel) plus keju yang melimpah di bagian dalamnya. Keliatannya sih kecil, tapi makan sekitar 5-6 potong ya bikin kenyang juga hahahaha.

beef burrito @ SombreroKalau yang ini, chicken burrito. Di dalamnya ada nasi goreng, potongan daging ayam, dan keju. Kinda heavy ya? yang saya suka, pas potongannya masuk ke mulut, langsung “melebur” gitu lho jadi satu. πŸ˜€

cheese pizzayang ini for share sih, berhubung order yang rasa keju kurang berasa gitu gurihnya. tapi begitu dicocol ke guacamole.. endang bambang lagi! karena guacamole yang enak adalah koentji :)))

Walaupun saya udah ga boleh makan dessert, tapi kok rasanya ga lengkap ya kalau ga pesen churros. Akhirnya order churros tapi dengan catatan cuma boleh makan satu biji, sisanya buat pacar Β :))). Ya gpp deh, yang penting nyoba! πŸ˜€

Churros @SombreroChurrosnya enak! ga berminyak, gorengnya pas banget deh. bisaan! udah gitu taburan cinnamon-nya banyak banget. recommended deh, buat penggemar churros dan makanan Meksiko.

Oh ya Sombrero juga harganya cukup terjangkau kok, makan segini banyaknya ga bikin kantong jebol. πŸ˜€

 

Selamat mencoba!

Kunjungan Perdana ke Museum Antonio Blanco, Ubud

Akhirnya ada waktu juga untuk ngebahas wisata berbudaya ala ala ke Museum Antonio Blanco! Postingan yang harusnya ditulis bulan November tahun lalu, eh kepending mulu gara-gara saya terlalu malas untuk nulis dan kebanyakan curhat. πŸ˜€

Jadi waktu jalan-jalan ke Ubud, niatnya cuma buat makan, liat sawah, beli kopi terus pulang. Gataunya driver nawarin, “mbak, mau mampir ke museum Antonio Blanco ga?” Saya bukan peminat jalan-jalan di museum sih, tapi #kepo juga. Β Sempet mikir gini, “ah palingan cuma liat lukisan-lukisan doang.” Tapi berhubung kayaknya menarik, saya dan adik memutuskan untuk pergi ke museum. (fyi, saya tau Antonio Blanco itu gara-gara dulu sempet nonton sinetronnya di tipi :)) )

Biaya masuk ke Museum Antonio Blanco lumayan terjangkau, 30 atau 35 ribu gitu (maaf, lupa). Dengan harga segitu, kita akan dapet tiket yang bisa dituker dengan segelas welcome drink di cafe yang terletak di komplek yang sama dengan museum. Oh ya harga tiket untuk wisatawan lokal dan luar negeri berbeda ya, yang lokal lebih murce tentunya πŸ˜€

Begitu kita masuk ke halaman museum, ada berbagai burung cantik nan menawan di depan mata.

Image

Suasana di halaman museum juga enak, adem deh banyak pohon. Fresh! Setelah puas muter-muter, akhirnya saya masuk ke area museum. Ternyata oh ternyata, gedang bener mak! asliiiii! kayak rumah-rumah yang ada di sinetron gitu :D. Di pintu utama, kita dikasih tau untuk tidak mengambil foto-foto lukisan, tapi kalau foto Antonio Blanco yang ini boleh diambil:Β Image

Berhubung saya ga ngerti mengenai lukisan-lukisan beliau, ada satu guide yang bersedia ngejelasin arti-arti dalam setiap lukisan. Mayoritas lukisan merupakan istri dari Antonio Blanco, yaitu seorang penari Bali. Eksotis banget! Dan kalau liat lukisan-lukisannya, bisa kerasa banget kalau Antonio Blanco cinta mati sama istrinya. Sweet! Dalam beberapa lukisan juga terselip puisi yang dibuat oleh Antonio Blanco, ada juga lho tebak-tebakan seperti: coba hitung ada berapa jumlah botol dalam lukisan ini? *terima kasih sekali lagi kepada guidenya*

Setelah keliling atas bawah, saya pergi ke bagian belakang museum. Di sini terpampang foto-foto keluarga besar Antonio Blanco, mulai dari anak sampai cucu. Menurut mbak guide, saat ini yang ngurus museum Antonio Blanco adalah anaknya yang juga pelukis dan fotografer, Mario Blanco. Emang darah seni ga jauh-jauh ya :D. Di bagian akhir dari perjalanan saya di museum Antonio Blanco, saya sampai di tempat barang-barang jadul koleksi Antonio Blanco. Nah ini yang seru! soalnya barang-barang tersebut mengingatkan saya akan barang-barang yang ada di rumah kakek saya dulu.

ImageImage

Di bagian akhir, kita juga bisa ngeliat foto-foto Antonio Blanco dan istrinya, what a sweet couple πŸ™‚

Image

Jadi untuk yang mau liburan ke Bali, sekali-kali boleh lho wisata berbudaya ke sini πŸ˜€

Culinary Trip in Bali part 2

Akhirnya ada waktu juga untuk nerusin postingan ini, bukannya sok sibuk tapi apa daya dikejar deadline dan dikejar client *curhat*. Hari ini gue bakal ngomongin perjalanan kuliner di hari ketiga.

Di hari ketiga, ada 3 tempat yang gue kunjungi. Pertama: Lanai Beach Bar and Grill. Tempatnya ga jauh dari Tekor Bali, dan masih di wilayah pantai Double Six. Variasi menu brunch di sini lumayan banyak, tapi ga ada paket hemat seperti yang ditawarkan Tekor Bali. Hari itu gue order Burrito. Isinya? Scramble egg, potato, tomato, dan cabe paprika plus satu mangkok tomat cincangΒ . Kombinasi yang pas, agak-agak pedes dikit, tapi enak. Sayangnya, pada saat disajikan, agak basah gitu. Gue kurang suka. Tapi overall, dari segi rasa enak. Selain ada makanan yang cukup fatty seperti burrito, ada juga yang sehat seperti muesli. Ehtapi yang pesen ini sih pacarnya temen, karena dia hidupnya sehat pake banget. *kalo gue agak impossibru gitu ya kayaknya :D*

ImageImage

Setelah brunch yang mengeyangkan di Lanai, gue berangkat ke Pandawa Beach. Pandawa ini semacam the new Dreamland atau Padang-Padang. Karena tadinya termasuk pantai yang kurang terkenal. Kalau mau ke Pandawa, arahnya sama kok kayak mau ke Uluwatu (percaya ga? percaya aja deh :P). Pantai-pantai di daerah situ kan terkenal karena keindahannya di balik tebing, jadi jangan harap ketemu sinyal ya, soalnya ketutup tebing (-__-“). Begitu sampai di Pandawa, pas banget lagi panas-panasnya! Jam 12 pemirsa! Tapi ga apa-apa deh, yang penting dapet view kayak gini:Β Image

Setelah menikmati beer dan kelapa muda di pantai (close to heaven), gue pun laper. yaiyalah manusia, perlu dikasih makan. Enaknya makan apa ya? Adek gue pun ngasih tau ada satu tempat makan burger yang direkomendasikan banyak orang di TripAdvisor, namanya Wacko Burger.

Wacko Burger terletak di Kayu Aya Square, deket sama Oberoi. Tapi tempatnya nyempil cynnn. jadi jangan lupa perhatikan tanda-tanda di sekeliling situ ya kalau berencana untuk makan di sana. Sesampainya di Wacko, kami pun order menu yang katanya special. Sorry, gue lupa namanya. (-__-“) *ingetnya cuma Flaming something sama Wacko something*

Image

ini yang adek gue makan, di dalemnya ada beef bacon dan melting cheese. Looks yummy, rite?Image

nah kalo ini yang gue pesen, flaming itulah-namanya-gue-lupa. French friesnya gede banget, dagingnya fresh (dan endes banget!), dan menariknya waktu gue order kan ditanya, rotinya mau medium atau well done? Gue pesen medium, eh beneran dong dibuat medium. Enak, empuk, ga keras. Perfect untuk harga 49K!

Oh ya, di sini juga kita bisa ketemu owner sekaligus chefnya. Dia datengin meja kita, terus nanya personally, “gimana rasanya?”, “tau tempat ini dari mana?”, “kalau suka, boleh komen di tripadvisor.” WOW. Sebagai customer, happy lah dapet treat kayak gitu. Di jakarta, jarang banget ada tempat dengan service kayak gitu, mungkin udah ga ada kali ya? sayang sekali. 😐

Pulang dari Wacko Burger, gue mampir bentar ke Biku. Berhubung udah kenyang banget, akhirnya gue take away aja. Padahal tempatnya kece dan vintage gitu. Menarik deh.Β Image

(napkinnya model batik tua gini, suka deh)

Image

Menariknya, ada dekorasi yang kayak gini. Kreatif ya πŸ˜€

Image

Menurut waiternya, mexican choco cake ini adalah salah satu favorit cake di Biku, tapi menurut Adit (juragan Ouiche), yang juaranya adalah Murberry Pie. *dan bener, choco cake ini rasanya biasa aja, di jakarta juga banyak*

Oke, mari lanjut lagi hari keempat. Tapi besok aja ya πŸ˜€ admin blogpost ini mau pulang dulu.. Ciao!