Eat & Trip : Pulau Penang


Beberapa waktu lalu saya dan keluarga berkesempatan untuk datang ke Penang karena satu dan lain hal. Sebenernya sih karena urusan kesehatan Boss Besar dan urusan pekerjaan Boss Sedang, tapi berhubung masing-masing sibuk dengan urusannya, otomatis saya yang take the responsibility untuk itinerary makan dan jalan-jalan. πŸ˜€

Begitu sampai di Penang, ternyata tingkat haze alias asap lagi tinggi-tingginya. Batal deh itinerary yang sudah saya bikin, terutama jalan-jalan keliling Georgetown. Yang ada cuma makan – hotel – rumah sakit – mall – repeat – sampe pulang. Tapi ga apa-apa deh, yang penting saya sempet untuk mencoba beberapa makanan khas dari Pulau Penang. πŸ˜‰

Terus ada apa aja sih di Pulau Penang?

Nah yang terkenal nih, namanya Pasembur alias rujak seafood. Kenapa sih namanya Pasembur? Itu jadi pertanyaan saya juga hahahaha! Pasembur ini bisa ditemukan di pasar-pasar gitu; kalau yang saya beli di Gurney Drive. Jadi di Gurney itu ada satu daerah yang isinya makanan khas Penang semua, mulai dari pasembur sampai nasi lemak (kalau ini mah di Malaysia bagian mana juga ada kayaknya).

Pasembur ini isinya seafood yang sudah dalam bentuk gorengan, kebayang kan gak sehatnya? Semuanya deep fried! Tapi kalau ke Penang, ya tetep harus coba walaupun gak sehat :P. Nah setelah kita milih gorengannya, bawa deh ke babang yang jual, nanti dia akan kasih semacam acar atau asinan gitu, terus Β disiram dengan kuah “rujak” (mungkin di sana istilah siram itu adalah sembur *ngarang*). Pas pertama makan, rasanya agak aneh sih.. soalnya si kuahnya itu agak manis tapi asam, dan gak ada pedasnya sama sekali.

Pasembur @ Gurney Drive

Pasembur @ Gurney Drive

Selain pasembur, makanan lain yang wajib dicoba adalah kuoytheow. Basically kuoytheow ini kwetiauw gitu, bisa dibikin versi goreng atau versi biasa (yang mirip dengan kwetiauw siram). Yang membedakan kuoytheow dengan kwetiauw pada umumnya adalah kuoytheow ini pake saus. Dan untuk sausnya sendiri, kuoytheow menggunakan saus yang rasanya mirip dengan saus kacang, atau saus yang digunakan di ketoprak.

 

kuoytheow @ Gurney Drive

kuoytheow @ Gurney Drive

Selain makanan khas Pulau Penang, tentunya jangan lupa coba juga makanan + minuman khas peranakan Malaysia lainnya. Favorit saya so far masih nasi kandar, laksa, nasi lemak, dan es teh tarik. πŸ˜€

nasi kandar @ the original kayu peranakan nasi kandar

nasi kandar @ the original kayu peranakan nasi kandar

laksa @ old town coffee

laksa @ old town coffee

found this nasi lemak @ the breakfast menu. Superb!

found this nasi lemak @ the breakfast menu. Superb!

ais teh tarik

ais teh tarik

By the way, overall Pulau Penang ini termasuk salah satu tempat yang biaya makan-minumnya ga mahal-mahal amat lho. Emang harga tiket PP lumayan mehong, padahal udah pake budget airlines. Tapi untuk hotel, makan, dan transport (kecuali taksi yaa) lumayan terjangkau kok. Sebagai contoh nih, harga makan di pinggir jalan sekitar 5 RM (sekitar IDR 15,300,-) dan minum sekitar 2 RM (IDR 6,300,-). Sedangkan kalau makan di cafe / restoran / mall sekitar 9 – 15 RM. Pengen nongkrong di cafe? Harga espresso atau cappuccino-nya hanya sekitar 9 -12 RM.

Untuk hotel, pasaran harga bintang 4 adalah sekitar 300 RM. Tapi itu tergantung daerahnya sih, kayaknya kalau di daerah pusat kota bisa lebih mahal dari itu. Sedangkan untuk harga taksi rata-rata 20-15 RM untuk jarak dekat, dan 30 – 40 RM untuk jarak jauh. Harga bus tentunya jauh lebih murah, tapi ya gitu deh, suka lama nunggunya :D.

Kalau ada kesempatan untuk balik lagi sih, saya mau banget! Tentunya dengan catatan no haze at all yaaa. πŸ™‚

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s