Last Day on 2015

Hi 2015,

 

 

Thank you for all these ups and downs.

Thank you for all colorful things.

Thank you for the love.

Thank you for all these life lessons that I’ve got for a whole year.

Thank you for everything.

 

 

And you, 2016!

Hi! I’ll see you soon! I hope you will bring new luck, new fortune, and new hope for my life.

Meh. We haven’t met each other yet but I’d already asked you lot of things hahahahaha!

Well anyway, I wish we could be a good friend.

 

2016, bring it on! 💪💪💪

 

Sincerely yours,

 

C.

Advertisements

Randomly Random

Hollaaaa!

Kayaknya udah agak lama ya saya gak nulis di blog. Terakhir ngeblog cuma review produk sulwhasoo yang magis itu dan cerita-cerita sedikit soal Penang. Oh well, namanya juga blogger-bloggeran, gak bisa setiap hari rutin nulis di blog (padahal mah males :P).

Di penghujung 2015 ini, banyak “kejadian” yang kurang menyenangkan. Tapi namanya juga hidup, berputar kayak roda kan. Klise sih, tapi bener. Buat saya, hidup tuh akhir-akhir ini kayak buku cerita. Kita gak akan pernah tau isi halaman berikutnya. Sedih, senang, so-so? Gak ada yang tau, kadang dikasih clue sama creator, kadang juga enggak. Kalau kata alkitab sih, “manusia berencana, Tuhan juga yang menentukan.” Seperti ituuu. (lho jadi religius gini hahahaha)

Anyway, taun 2015 kan udah mau kelar ya. Gak nyampe hitungan 30 hari pula. Kalau liat ke belakang, suka gak nyangka akhirnya bisa hampir menyelesaikan 2015 yang penuh dengan lika liku (lebay deh..). Buat saya setiap tahun ada masa beratnya, ada masa enggaknya. Kalo diliat-liat 2014 deramahnya lebih ke konteks professional, kalau 2015 lebih ke personal. Tapi mungkin karena (mungkin yaaaaa) saya sekarang agak lebih dewasa (yaaa secara umur makin tua juga kan), cara saya melihat sebuah masalah dan menghandle masalah juga jadi beda. Belum lagi setelah menikah, banyak masukan dari pasangan yang membuat saya jadi less-baper. Hahahahaha.

Kalau ada yang nanya, apa itu baper? Googling aja ya hahahaha! Ntar saya dikira alay lagi gara-gara pake istilah “baper” :P. Tapi seriusan, kalau biasa baper terus tau-tau enggak, itu berasa “cold-hearted“. Padahal aslinya dalam hati tuh kayak “grmblll grmblll” gitu (susah dijelaskan dengan kata-kata hahahaha).

Kalau ada masalah, biasanya saya pikirin banget. Misalnya nih, ada temen yang ngasih tau: “Eh si A ngomongin lo gini gini gini.” Langsung kepikiran deh. Kalau konteksnya kayak gitu, dan tau itu sebenernya gak bener-bener amat, (means, lo ada alasan kenapa lo menjadi seperti yang diomongin si A, atau bahkan yang diomongin A tentang lo itu gak bener sama sekali) ada gak keinginan buat ngasih tau A cerita yang sebenernya? Nah kalau saya, ada! hahahahaha! Gak penting kan. Emangnya si A siapa sampe saya kayaknya perlu klarifikasi? Padahal si A ini bisa aja denger gossip dari orang yang memang pada dasarnya gak suka sama kita secara personal. Shit happens. That’s life toh.

Makanya meme-meme kayak “your opinion doesn’t pay my bills” tuh bener banget. Karena mau lau-lau di luar sana ngomong apa aja, cicilan tetep harus dibayar tiap bulan. Oh dan ini vice versa juga. Kalau saya komenin Kylie Jenner yang ngerebut pacar orang, atau soal bibirnya yang offside misalnya. Atau komenin orang-orang yang lebay pamer harta di sosmed. Hey, because they can! And your opinion doesn’t matter too! Hahahahaha.

Well, on a serious note, I hope everything’d be better on 2016. Kayaknya 2016 saya gak akan punya resolusi yang muluk-muluk seperti tahun-tahun sebelumnya. Sepertinya bukan resolusi atau grand plan yang saya butuhkan, tapi bagaimana bisa menjalani hidup setiap harinya dengan baik, dan gak lupa berdoa + bersyukur setiap harinya. 🙂

 

Eat & Trip : Pulau Penang

Beberapa waktu lalu saya dan keluarga berkesempatan untuk datang ke Penang karena satu dan lain hal. Sebenernya sih karena urusan kesehatan Boss Besar dan urusan pekerjaan Boss Sedang, tapi berhubung masing-masing sibuk dengan urusannya, otomatis saya yang take the responsibility untuk itinerary makan dan jalan-jalan. 😀

Begitu sampai di Penang, ternyata tingkat haze alias asap lagi tinggi-tingginya. Batal deh itinerary yang sudah saya bikin, terutama jalan-jalan keliling Georgetown. Yang ada cuma makan – hotel – rumah sakit – mall – repeat – sampe pulang. Tapi ga apa-apa deh, yang penting saya sempet untuk mencoba beberapa makanan khas dari Pulau Penang. 😉

Terus ada apa aja sih di Pulau Penang?

Nah yang terkenal nih, namanya Pasembur alias rujak seafood. Kenapa sih namanya Pasembur? Itu jadi pertanyaan saya juga hahahaha! Pasembur ini bisa ditemukan di pasar-pasar gitu; kalau yang saya beli di Gurney Drive. Jadi di Gurney itu ada satu daerah yang isinya makanan khas Penang semua, mulai dari pasembur sampai nasi lemak (kalau ini mah di Malaysia bagian mana juga ada kayaknya).

Pasembur ini isinya seafood yang sudah dalam bentuk gorengan, kebayang kan gak sehatnya? Semuanya deep fried! Tapi kalau ke Penang, ya tetep harus coba walaupun gak sehat :P. Nah setelah kita milih gorengannya, bawa deh ke babang yang jual, nanti dia akan kasih semacam acar atau asinan gitu, terus  disiram dengan kuah “rujak” (mungkin di sana istilah siram itu adalah sembur *ngarang*). Pas pertama makan, rasanya agak aneh sih.. soalnya si kuahnya itu agak manis tapi asam, dan gak ada pedasnya sama sekali.

Pasembur @ Gurney Drive

Pasembur @ Gurney Drive

Selain pasembur, makanan lain yang wajib dicoba adalah kuoytheow. Basically kuoytheow ini kwetiauw gitu, bisa dibikin versi goreng atau versi biasa (yang mirip dengan kwetiauw siram). Yang membedakan kuoytheow dengan kwetiauw pada umumnya adalah kuoytheow ini pake saus. Dan untuk sausnya sendiri, kuoytheow menggunakan saus yang rasanya mirip dengan saus kacang, atau saus yang digunakan di ketoprak.

 

kuoytheow @ Gurney Drive

kuoytheow @ Gurney Drive

Selain makanan khas Pulau Penang, tentunya jangan lupa coba juga makanan + minuman khas peranakan Malaysia lainnya. Favorit saya so far masih nasi kandar, laksa, nasi lemak, dan es teh tarik. 😀

nasi kandar @ the original kayu peranakan nasi kandar

nasi kandar @ the original kayu peranakan nasi kandar

laksa @ old town coffee

laksa @ old town coffee

found this nasi lemak @ the breakfast menu. Superb!

found this nasi lemak @ the breakfast menu. Superb!

ais teh tarik

ais teh tarik

By the way, overall Pulau Penang ini termasuk salah satu tempat yang biaya makan-minumnya ga mahal-mahal amat lho. Emang harga tiket PP lumayan mehong, padahal udah pake budget airlines. Tapi untuk hotel, makan, dan transport (kecuali taksi yaa) lumayan terjangkau kok. Sebagai contoh nih, harga makan di pinggir jalan sekitar 5 RM (sekitar IDR 15,300,-) dan minum sekitar 2 RM (IDR 6,300,-). Sedangkan kalau makan di cafe / restoran / mall sekitar 9 – 15 RM. Pengen nongkrong di cafe? Harga espresso atau cappuccino-nya hanya sekitar 9 -12 RM.

Untuk hotel, pasaran harga bintang 4 adalah sekitar 300 RM. Tapi itu tergantung daerahnya sih, kayaknya kalau di daerah pusat kota bisa lebih mahal dari itu. Sedangkan untuk harga taksi rata-rata 20-15 RM untuk jarak dekat, dan 30 – 40 RM untuk jarak jauh. Harga bus tentunya jauh lebih murah, tapi ya gitu deh, suka lama nunggunya :D.

Kalau ada kesempatan untuk balik lagi sih, saya mau banget! Tentunya dengan catatan no haze at all yaaa. 🙂

 

Eat & Eat : Shabu Ghin Jakarta

Sudah hampir 2 tahun saya berkantor di daerah Wolter Monginsidi. Dan selama periode itu, saya melihat perkembangan restoran, cafe, dan tempat di area Wolter, Gunawarman, dan Senopati. Tentunya, seiring perkembangan tersebut ada yang bertahan dan ada yang tidak. Dan sebagai customer, saya sih seneng-seneng aja dengan berbagai pilihan yang ada. 😀

Salah satu restoran yang baru buka dan lokasinya selemparan batu dari kantor saya adalah Shabu Ghin. Dari namanya aja udah ketauan kalau Shabu Ghin adalah restoran khusus shabu-shabu kan? *basa basi banget* :D. Di Shabu Ghin ada 3 jenis daging yang bisa kita pilih untuk All You Can Eat:

choose your fav!

Menu @ Shabu Ghin Jakarta

Menu @ Shabu Ghin Jakarta

Tentunya selain bisa memilih daging, kita juga bisa pilih soup (kuah) sesuai dengan selera. Kalau favorit saya sih si original konbu, soalnya lidah saya gak tahan sama rasa pedas; dan si original konbu ini perpaduan kuah seafood dan soy. Tapi kalau suka pedas, ada pilihan spicy seafood yang pedes banget!

Salah satu yang bikin saya happy makan di Shabu Ghin adalah karena kita bebas memilih soup yang sesuai dengan selera kita; karena di tiap meja disediakan alat shabu-shabu sendiri. Jadi ga perlu tuh gabung sama orang lain. 😀

 

Untuk 3 jenis pilihan daging yang tersedia di Shabu Ghin, favorit saya tentunya wagyu beef! Walaupun harganya cukup mahal, dagingnya enak banget! Tapi premium beef dan special beef-nya juga gak kalah enak kok. Khusus untuk daging-dagingan ini, Shabu Ghin memang memilih daging sapi dengan kualitas premium.

special beef @shabu ghin

special beef @shabu ghin

IMG_20151010_115826

wagyu beef @ shabu ghin

IMG_20151010_115859

premium beef @ shabu ghin

Seperti restoran shabu-shabu pada umumnya, ada banyak pilihan di all-you-can-eat section. Here’s the sneak peek:

Shabu Ghin-4Shabu Ghin-33

Shabu Ghin-30

Selain wagyu beef, favorit saya lainnya adalah sauce! Yup, Shabu Ghin menyediakan berbagai sauce yang bisa kita pilih sebagai “teman” shabu-shabu. Uniknya beberapa sauce tersebut gak ada lho di tempat lain. Jadi kalau makan di shabu ghin, jangan lupa untuk nyoba sauce-saucenya yaaa. 😀

IMG_20151010_115329

Overall, Shabu Ghin ini memang pas untuk lidah penggemar shabu-shabu dan premium beef. Yang bikin happy sih selain makanannya memang enak, pilihannya banyak, tempatnya gede, bisa buat meeting atau arisan (ealah ibu-ibu banget! :P), dan toiletnya bersih! Buat saya, tempat makan yang toiletnya bersih itu layak mendapatkan nilai plus! ^^

Dan berhubung masih soft opening, ada diskon lho di Shabu Ghin! So, what are you waiting for? Yuk cuss ke Shabu Ghin! Mumpung baru gajian juga kan.. 😉

 

For reservation:

Shabu Ghin
Jl. Wolter Monginsidi No. 53 (sebelah Bubur Kwangtung Wolter)
Senopati, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
021-720 2336/1827

 

Tried & Tested: Sulwhasoo Overnight Vitalizing Mask

Hi! Kayaknya udah agak lama ya saya gak review product skin care? Seinget saya terakhir tahun lalu waktu saya review SK II. Sooo, I’m back to review this amazing product! 😀

Sejak beberapa bulan lalu, saya berhenti menggunakan water mask-nya Laneige karena kulit saya jadi berminyak makin parah; padahal itu merupakan salah satu produk andalan saya supaya kulit muka tetap moist. Tapi karena berhenti, maka muncul masalah baru, yaitu saya sering banget jerawatan. Untuk menangani jerawat kecil-kecil tapi nyebelin ini, saya pun mencoba untuk pake toner dari rangkaian Tee Tree-nya Body Shop; kalo serum dan pelembab tentunya masih setia sama SK II yaaa :D. Kemudian jerawat pun hilang, tapi timbul masalah baru lagi yaitu kulit jadi makin kering. Ribet yeee jadi perempuan hahahahaha!

Sampai akhirnya partner in crime saya dalam hal skin care dan make up, Astrid Arum (orangnya bisa dicolek di ig @astarumakeup yaa) cerita kalau dia abis beli sulwhasoo overnight vitalizing mask dan katanya enak banget! Enak banget di muka tentunya yaaa, bukan enak dimakan :P.

Pas lagi desperate nyari obat jerawat yang gak bikin kulit kering, eh saya ketemu banyak review tentang masker ini di femaledaily! Surprisingly, hampir semua reviewnya positif. Memang kalau pertama kali nyoba satu skin care itu untung-untungan. Kalau cocok, cocok banget. Kalau enggak, resiko kulit bisa breakout dan butuh waktu lama recovery. Itu terjadi juga sama orang-orang yang gak cocok dengan SK II, ada yang reaksi awalnya adalah kulit purging, seperti keluar jerawat kecil-kecil (katanya sih itu reaksi normal, karena kulit kita lagi “dibersihin” gitu), tapi ada juga yang reaksi awalnya adalah langsung keluar jerawat batu. Nah, yang kayak gini artinya kulit kita memang gak cocok dengan produk tersebut.

Oke balik lagi ke sulwhasoo! Akhirnya saya putuskan untuk nyoba pake sulwhasoo overnight vitalizing mask ini. Waktu saya coba pertama kali, kesan pertama saya.. aneh. Baunya ginseng banget. Kenceng. Dan moist banget! Padahal saya pakenya cuma dikit. Akhirnya pasrah aja: “yah paling besok ada jerawat kecil di hidung.”

Dan ternyata besok paginya kulit muka saya aman-aman aja tuh. Boro-boro jerawat kecil di hidung, jerawat di bawah dagu yang tadinya gede banget, keliatan mengecil. Wah gila juga nih produk. Masa dia bisa ngecilin jerawat dalam satu malem? Sebenarnya produk ini sebaiknya dipake 2-3x per minggu, tapi karena pengalaman pertama ukuran jerawat langsung mengecil, saya kepo deh. Saya pakai lagi malam berikutnya dan rutin saya pakai setiap malam. Sekitar satu minggu setelah pemakaian, jerawat saya hilang. Gone. Yeay! 😀

Setelah hampir 2 minggu menggunakan masker ini setiap malam secara rutin, ada perubahan lainnya yang saya lihat. Salah satunya adalah kulit makin mulus, sis! Dan yang paling penting, minyak-minyak di T area mulai berkurang. Tentunya, penggunaan masker ini sebaiknya diikuti dengan rutinitas double cleanser (untuk keterangan apa itu double cleanser, bisa dicek di salah satu artikel femaledaily yaaa) supaya kulit wajah bebas dari segala kotoran. 😉

Sulwhasoo Overnight Vitalizing Mask

Sulwhasoo Overnight Vitalizing Mask

 

All About Destination Wedding

Holllaaa!

Oke, blog post berikut ini sebenernya udah basi sih, karena harusnya saya tulis beberapa bulan lalu, tapi semoga kalau ditulis sekarang masih relevan ya 😉

Saya mau share sedikit pengalaman tentang destination wedding. Apaan tuh?

Jadi destination wedding itu pernikahan yang dilakukan di luar domisili tempat kita tinggal. Destination wedding sendiri bisa dilakukan di luar kota, di luar pulau, atau di luar negeri karena berbagai alasan. Nah kira-kira kalau mau bikin destination wedding harus ngapain aja sih?

  1. Survey

Survey sebanyak-banyaknya! Minta quotation sana sini, cek harga, bandingin harga. Kayaknya kalau ini mah dilakukan sama semua calon pengantin ya :D.

Untuk destination wedding, kita perlu survey lebih jauh. Misalnya: apakah di tempat tersebut sudah ada mice managernya? Kalau sudah, biasanya kita gak perlu lagi ngehire WO; karena akan dibantu oleh mice managernya. Lalu untuk cake, apakah sudah tersedia atau belum? Kalau sudah ada, lalu apakah ada charge fee kalau beli dari luar? Lalu, nanti keluarga dan teman menginap di mana? Itu juga harus disurvey. Cari lokasi yang dekat dengan tempat ibadah, atau dekat dengan tempat resepsi?

Catering. Bunga. Decor. Check recheck. Attention to details.

Survey gak cuma dilakukan via email dan telepon lho, tapi kita harus meluangkan waktu untuk datang ke sana, liat sendiri tempatnya kayak gimana; karena foto-foto di website kan bisa aja nipu.

2.  Budget

Nah ini penting banget! Bikin budget bukan sekedar budget untuk hari H doang, tapi juga budget untuk akomodasi. Dan ini harus didiskusikan dari jauh-jauh hari ya, jangan sampai karena kamu pengen destination wedding terus ada omongan: “please jangan dadakan ngasih tau kalo lo mau nikah di luar kota..” :)))

3. Follow up

Biasanya kalau sudah ada mice manager di tempat tersebut, dia akan sering “tek-tok” sama calon pengantin. Tau sendiri dong, calon pengantin menuju hari H akan sangat sensitif hahahaha! Jadi follow up itu penting banget, jangan sampai ada yang miss. Kalau ngerasa gak sanggup untuk mengerjakan semuanya sendiri, saatnya melibatkan orang lain. Minta tolong ke teman atau saudara yang bisa dipercaya itu cukup mengurangi beban lho 😉

4. RSVP

Buat saya dan suami ini penting, karena kita bisa memperkirakan berapa jumlah tamu yang akan datang. Ini juga terkait dengan lokasi dinner yang hanya bisa menampung sekitar 80 orang. Berhubung saya dan suami gak menggunakan jasa WO, kami berdua mengontak satu per satu tamu yang kami undang. Cape? Banget. Tapi kalau gak kayak gini kan gatau rasanya. 😀

5. Schedule

Bikin schedule itu penting banget, apalagi di destination wedding; di mana kita harus make sure menjemput saudara-saudara dan teman. Kalau kita menggunakan jasa transport agent, pastikan semua flight sudah terdaftar dengan baik. Jangan lupa juga untuk bikin schedule untuk hari H, supaya gak keteteran.

6. Doa

Ini udah paling penting sih, hahahahahaha!

IMG-20150329-WA0020

 

 

Easy & Quick: Crustless Spinach Quiche

Sebagai ibu rumah tangga yang juga bekerja (ecieee), waktu saya untuk memasak gak banyak. Pagi hari? Susah. Bangun aja sering kesiangan. Malam hari? Capek. Pulang kantor bawaannya cuma pengen nonton TV series favorit sambil leyeh-leyeh. Dan faktor yang bikin males masak adalah karena tempat saya tinggal saat ini belum memadai untuk punya dapur yang proper. Berhubung dapur impian eh rumah belum jadi, untuk sekarang saya terpaksa masak dengan peralatan seadanya.

Tapi percayalah, dengan peralatan-peralatan yang sederhana dan seadanya, kita bisa kok masak makanan yang proper, atau at least, enak dan gak bikin sakit perut :D. Salah satu makanan yang mudah dan cepat dibuat adalah si Crustless Spinach Quiche ini alias Quiche Bayam tanpa Kulit! Kenapa mudah? Soalnya gak perlu repot bikin adonan kulitnya dulu. Selain mudah dan cepat, crustless spinach quiche juga sehat lho. Oh iya, saya dapet resepnya dari sini, tapi saya modifikasi sedikit untuk isinya.

Bahan-bahan yang diperlukan:

  1. 2 siung bawang putih: iris kecil-kecil
  2. bawang bombay diiris kecil-kecil secukupnya aja, sesuai selera
  3. bayam, sesuai selera. Kalau mau sehat banget yaaa dibanyakin
  4. Smoked chicken 3-4 lembar: potong kecil-kecil (ini bisa juga diganti dengan smoked beef atau sosis)
  5. Keju cheddar: harusnya sih diparut, tapi karena saya males maka cuma dipotong-potong aja 😀
  6. Telur : 5-6 butir; ini juga disesuaikan aja sama selera
  7. olive oil
  8. Tomat merah satu butir: dipotong kecil-kecil
  9. Salt and black pepper (secukupnya)

Cara membuatnya juga gampang banget:

  1. Panaskan olive oil, lalu tumis bawang putih dan bawang bombay
  2. Abis tumis beberapa menit, masukkan smoked chicken
  3. Lalu masukkan bayam yang sudah dipotong-potong. Nah di sini agak tricky, soalnya si bayam kan harus kering gitu. Supaya pas masuk tumisan gak basah, saya “mengeringkan” bayam dengan paper towel. 
  4. Tambahkan garam dan black pepper terus tumis sampai 3/4 matang. Sebenernya ini balik ke selera sih, kalau pengen matang banget juga ya monggo.
  5. Kocok telur-telur, tambahin garam sama black pepper sedikit, terus masukkan deh adonan bayam yang tadi udah ditumis.
  6. Siapkan pinggan tahan panas, masukan sedikit olive oil, terus masukkan adonan yang tadi, tambahkan tomat dan keju.
  7. One step closer! Masukkan adonan crustless spinach quiche tersebut ke dalam microwave, panggang sekitar 8-10 menit. And voila, jadi deh! 😀

Selamat mencoba yaaa!crustless spinach quiche

Homemade Tiramisu Recipe (not the authentic version)

Sejak subscribe beberapa channel Youtube khusus masak-memasak, saya semacam punya obsesi untuk nyoba bikin sendiri. Ada sih yang keliatannya rempong, dan bikin saya keder duluan. Dan secara saya anaknya pamalesan yes, jadi tentunya cuma mau praktekin yang gampang2 aja! 😀

Salah satu yang menurut saya gampang untuk dibikin adalah Tiramisu. Soalnya tinggal cemplung-cemplung doang, terus masukin ke kulkas deh. KELAR. Untuk resepnya, lagi-lagi saya ngintip dari David, owner dari akun Youtube OnePotChef. To be honest, saya seneng banget kalo liat David masak (ciee sok ikrib..), soalnya dia mau “kotor-kotoran” gitu. Kan kalo chef-chef yang udah advance biasanya “anti-kotor” di dapur.

Walaupun saya nyontek resepnya OnePotChef, ada 2 item yang gak saya gunakan yaitu telur dan gula. Pertama, karena buat saya telur tuh harus mateng. Bok, daripada kena flu burung kan? The thing is, dalam resep-resep authentic ini telurnya kan ga mateng ya, jadi bhayyyy. Yang kedua, gula. Saya gak pake gula karena ladyfingernya udah manis. Daripada kemanisan kan? Toh dari segi rasa gak terlalu ngaruh juga. 😉

Okay, jadi bahan-bahannya apa aja? Cara bikinnya gimana? Gampang sist!

Bahan-bahan:

  • ladyfinger sponge cake secukupnya, tergantung mau bikin berapa lapis. Makin banyak lapisannya, makin banyak ladyfingernya. Untuk ladyfingernya sendiri, saya pake merk vicenzo; ini di supermarket total juga ada.
  • kopi instan. Kalau dari yang saya baca, paling bagus sih pake kopi espresso. Tapi pake kopi instan juga kayaknya ga apa-apa sih. Saya kebetulan pake kopi Kapal Api yg blue mountain, no sugar.
  • whipped cream sekitar 500 ml. Again, jumlahnya tergantung seberapa besar ukuran tiramisu yang mau dibuat dan berapa banyak lapisan dalam tiramisunya. Ini 500 ml saya pake untuk 3 lapis.
  • Mascarpone cheese. Ini juga ada banyak di supermarket kok.
  • Rum secukupnya (optional). Ini mah tergantung selera yaaa, mau pake monggo, gak pake juga ga apa-apa. Diganti baileys juga bisa 😛
  • Choco powder. Ini buat lapisan di atasnya aja kok.

Cara membuat:

  • bikin kopi dulu dengan air panas, kalo bisa boil water, bukan air panas dari dispenser. *rada rempong yeee*
  • masukan ladyfinger satu ke dalam kopi tersebut, bolak balik bentar langsung angkat. Nah di bagian ini kudu hati-hati banget. Pertama, itu panas banget kak (-___-“).. Kedua, kalo direndamnya kelamaan, si ladyfinger bisa hancur berkeping-keping kayak orang yang baru diputusin :(. Kalo saya cuma dua kali *sekitar 2 detik* bolak balik langsung angkat (okay sounds so wrong..) MAKSUDNYA TUH LADYFINGER DIANGKAT DARI AER KOPI YAAAA. *dijelasin*
  • Terus ladyfinger-nya langsung disusun satu lapis di atas pyrex atau pan. Kalo bisa, si pan ini terisi penuh ya.
  • Mix whipped cream + mascarpone cheese + rum. Nah saya punya sedikit tips nih seandainya kamu gak punya mixer. Kamu bisa pake blender untuk ngemix bahan-bahan tersebut dan nanti hasilnya sama! Gak percaya? Coba cari di Youtube deh, “whipped cream with blender“. Awalnya saya gak percaya juga, tapi kemarin pas saya coba, beneran lho creamnya jadi cream yang sesuai dengan hakikatnya. By the way, kalau kamu pake telur dan gula, tentu creamnya akan berwarna kekuningan dan jadinya mirip cream custard. Again, my concern is, telurnya gak mateng dan takut kena flu burung 😐
  • Oleskan cream dari mix tadi di atas ladyfinger yang sudah disusun sampai rapi. Ulangi proses ini sampai ladyfinger-nya abis. Jangan lupa untuk selalu merendam ladyfinger terlebih dahulu di dalam air kopi.
  • Kalau lapisan terakhir udah selesai, langsung masukin ke kulkas deh. Kemarin sih saya masukin tiramisunya ke freezer dulu sekitar 3 jam. Baru dipindahin ke kulkas bagian bawah.
  • Nah setelah 3 jam, baru deh saya kasih choco powder untuk pelengkap di bagian atasnya, terus masukin ke kulkas lagi. Kira-kira sekitar 2-3 jam setelah itu, baru bisa dinikmati dengan baik ;).

Ternyata gak susah kan bikin tiramisu? 😀

homemade tiramisu by @justcecile

maap potonganya gak rapi :))

 

First Trial: Choco Banana Mille Crepe

Aslinya saya bukan orang yang suka turun ke dapur untuk memasak. Mentok-mentok ke dapur cuma buat nyicip masakan nyokap atau masak mie instan. Paling niat masak chicken soup instan atau masak pasta. Dan itu sih itungannya bukan masak ya, tapi bikin, soalnya gampang! 😀

Nah sejak married, mau ga mau saya harus masak karena gak mungkin suwamik akik dikasih makanan yang instan mulu atau delivery mulu.. bisa bangkrut mak! :P. Berangkat dari keinginan mulia yaitu membahagiakan perut suami, saya pun mulai belajar masak. Untungnya selera suami saya gak ribet, dibikinin yang gampang-gampang juga demen (hamdallah!). Sebagai newbie di dunia masak memasak, saya juga rajin subscribe akun youtube khusus masak-masakan; dan mulai terobsesi untuk bikin sesuatu yang bukan cuma oseng-oseng doang kelar. 😀

Percobaan pertama saya adalah bikin Chicken Hainan Rice. Kalau ini dapet resep dari nyokap dan terbukti enak! Kapan-kapan saya tulis di sini resepnya ;). Percobaan kedua adalah bikin Choco Banana Mille Crepe. Kenapa mille crepe? Karena menurut saya bikin mille crepe lebih gampang daripada bikin kue kering atau kue bolu. Cetek banget hahahaha!

Pas libur Lebaran kemarin, saya niatin banget buat bikin mille crepe. Mulai dari beli bahan-bahannya di toko Titan, sampe ngocok whipped cream manual karena belum punya mixer. Sebelum bikin, saya riset dulu di youtube, ada 2 video yang jadi paduan saya, yang pertama dari runnyrunny999, yang kedua dari OnePotChefShow.

Untuk bahan-bahan crepenya, saya pakai resep dari runnyrunny (minus matcha powder tentunya), sedangkan untuk bahan lapisan antar crepe saya menggunakan bahan yang saya modifikasi sedikit. Kalau runnyrunny menggunakan whipped cream + selai, dan OnePotChef menggunakan nutella, saya menggunakan cara berikut:

  • lelehkan cokelat compound + whipped cream, sisihkan sebagian untuk isi dan sebagian lagi untuk lapisan luar
  • di tempat terpisah, panaskan butter secukupnya dan 3 sdm gula (kalau bagian ini, saya panasin di microwave biar cepet, 2 menit kelar :D)
  • Campur butter + gula yang sudah dipanaskan tadi dengan whipped cream secukupnya. Kalau di bagian ini saya beneran cap cip cup kembang kuncup, gak pake ditakar! *jangan ditiru ya!* :D. Abis dicampur, diapain? Ya dikocok lah sampe whipped creamnya jadi foam. In case gak kuat ngocok, dan gak punya mixer, bisa dicoba menggunakan blender. Tapi saya gak jamin berhasil ya. :)))
  • campur sebagian cokelat compound yang sudah mencair dengan pisang yang sudah dipotong kecil-kecil. Bisa juga pisangnya dihaluskan terlebih dahulu, baru dicampur. Again, saya menggunakan microwave untuk menghaluskan pisang 😛
  • Nah campur deh bahan cokelat dan pisang dengan whipped cream yang udah jadi foam. Aduk sampai rata.

Setelah itu, mulai deh lapisin satu-satu crepenya. Cape? Banget sis! Saya pakai sekitar 15 crepe, tapi tergantung ketebalan crepenya yaa. Kebetulan punya saya tipis banget jadi supaya kerasa mille crepenya, saya pakai lebih banyak crepe. Umumnya sih sekitar 10 atau 12.

Setelah selesai dengan crepe, baru deh saya lapisin pake sisa lelehan cokelat compound dan whipped cream. Nah kira-kira kayak gini bentukannya:

choco banana mille crepe

Eat & Eat: Mango Tree Bistro, Jakarta

Memasuki bulan puasa artinya selain banyak makanan khas buka puasa yang beredar, semakin banyak juga undangan buka puasa bersama. Sebagai orang yang doyan makan, saya sih seneng-seneng aja. Selain bisa ketemu temen-temen lama dari berbagai geng (ciee anaknya ngegeng banget, sis?!), saya juga bisa menjelajah berbagai resto. Ada yang ngundang bukber di restoran Thailand, ada yang di restoran Jepang, ada juga yang di rumah. Pokoknya BukBer I laff! 😀

Salah satu resto yang menurut saya wajib dikunjungi adalah Mango Tree Bistro! Kenapa? Karena.. enak? *ditabok*.  Pertama, karena ambience-nya enak banget. Gak kayak Thai resto pada umumnya.

Dan begitu masuk Mango Tree Bistro, kita disambut Mbak Cantik ini:

And this one of my fav decor:

Keduaaaa, Mango Tree Bistro ini punya Ramadan Package, bro dan sis. Menurut saya sih, Ramadan Package ini berguna banget ((( BERGUNA )). Soalnya dari appertizer sampai dessert udah ada tuh, jadi kita gak perlu rempong lagi pesen ina ini itu.

Ada menu apa aja sih di Ramadan Package-nya Mango Tree Bistro?

Mulai dari appertizer yaaa:

Shrimp Cake @ Mango Tree Bistro

Yang special dari shrimp cake ini adalah sauce-nya. It’s delicious and unique! Sauce-nya gak terlalu pedas, tapi berasaaa banget ada unsur basil di dalamnya.

Tom Yam Chicken Wings @Mango Tree BistroKalau yang ini sih, recommended menu banget dari Mango Tree Bistro! Surprisingly, Tom Yam Chicken Wings-nya gak pedas, karena memang di Mango Tree Bistro hampir semua makanannya sudah disesuaikan dengan lidah western. Sausnya gimana? Aman! Gak pedas sama sekali. 😀

Kalau menu appertizer-nya udah menggiurkan kayak gitu, apa kabar dengan menu main course? Let’s take a look: 

Beef neck @ Mango Tree Bistro

First thing first, beef neck! Dari namanya udah tau dong kalau ini leher sapi :D. Beef neck ini adalah salah satu menu fusion Thailand food yang ada di Mango Tree Bistro. Rasanya enak, pake banget. Crunchy, tipis, dan ngunyahnya ga pake ribet.
Tom Yam Soup @ Mango Tree BistroApalah arti makan di resto Thailand kalau ga nyoba Tom Yam Soup? Nah di Mango Tree Bistro ini unik juga, soalnya ada campuran susu di dalam Tom Yam Soup. That’s why, ada tekstur creamy dan tentunya rasa pedas gak terlalu strong.

Oh iya, Mango Tree Bistro juga menyediakan menu Tom Yam untuk anak-anak atau untuk orang dewasa yang sama sekali gak bisa makan makanan yang spicy lho. Namanya Clear Soup 😀

Clear Soup @ Mango Tree Bistro

Chicken Basil @ Mango Tree BistroAnother menu worth to try: Chicken Basil! Emang lidah Indonesia banget ya, dikasih makanan yang rempah-rempah gini mah akik doyan bener 😛

Lanjut ke bagian favorit saya, yaitu.. dessert!

Cassava with Coconut Milk @ Mango Tree Bistro

Rasanya rugi kalau makan di Thai resto tapi gak nyoba dessert singkongnya, soalnya ini adalah salah satu makanan penutup khas Thailand. Bahasa kerennya sih Cassava with coconut milk :D. Yang bikin saya suka, singkongnya lembut banget.. gak pake effort pas makan *yaampun udah doyan makan, masih males pula yah* :))

Red Ruby Ice @ Mango Tree

Kalau yang ini namanya Red Ruby Ice, pemirsa! Rasanya enak, gak terlalu manis, dan santannya berasa tapi tenang aja.. gak bakal bikin kolestrol naik kok ^^

Selain makanan-makanan tadi, Mango Tree Bistro juga punya berbagai mocktail yang fresh dan pas banget buat jadi “temennya” Ramadan Package. Intip bentar di sini deh:

Last Wishes @ Mango Tree Bistro

Last Wishes – Watermelon Juice and Mint Leaf

Kiwi Colada @ Mango Tree Bistro

Kiwi Colada – Kiwi, Pineapple, Coconut

Kiwi Julep @ Mango Tree Bistro

Kiwi Julep – Kiwi and Cucumber

Kalau lebih suka mocktail yang manis, ada juga chocolate addict dan caramel frappuccino yang gak kalah segernya. Harga semua mocktailnya juga cukup terjangkau, sekitar IDR 55 K. 😀

Oh dan tentunyaaaa jangan kita lupakan Thai Tea yang endes ini:

Yang bikin happy buka puasa di Mango Tree Bistro adalah Ramadan Packagenya bisa buat 10 orang! Kan lumayan banget patungannya tuh! Ada juga yang buat 4 orang atau 6 orang kok. So don’t worry, mau buka puasa cuma berempat atau bersepuluh ya bisa-bisa aja. Harga untuk Ramadan Package juga cukup terjangkau, yaitu sekitar IDR 420 K. 😀

Jadi siapa yang mau BukBer di Mango Tree Bistro abis ini? 😛

 

Mango Tree Bistro:

Plaza Senayan, P5 Floor
Ph: +62 21 5725 338

Epiwalk GF W 118A, W 120
Ph: +62 21 2994 1303